Politik Pemerintahan

Pengawasan Saat Pandemi, Bawaslu Ponorogo Ajukan Tambahan Anggaran Rp 1,3 M

Ketua Bawaslu Ponorogo Muhammad Syaifulloh(foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Beberapa waktu yang lalu, KPU RI, Pemerintah Pusat dan DPR mengisyaratkan Pilkada serentak digelar 9 Desember. Karena itu, semua tahapan harus menyesuaikan protokol pencegahan Covid-19.

Dengan keadaan itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ponorogo melakukan kalkulasi ulang kebutuhan mereka dalam melakukan pengawasannya kelak. Sebab anggaran dipastikan membengkak, karena ada prosedur protokol kesehatan yang harus dipenuhi dalam Pilkada nanti. “Kami mengusulkan tambahan anggaran ke tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) sebesar Rp 1,3 miliar,” kata Ketua Bawaslu Muhammad Syaifulloh, Senin (15/6/2020).

Gus Coy panggilan akrab Muhammad Syaifulloh mengungkapkan sebenarnya dibutuhkan tambahan anggaran senilai Rp 1,9 miliar. Namun, Bawaslu melakukan optimalisasi sejumlah pos belanja, sehingga terkumpul Rp 600 juta. Karena sudah ada dana segitu, maka anggaran tambahan yang diajukan hanya Rp 1,3 miliar. “Tambahan anggaran itu dalam rangka pengawasan sesuai protokol kesehatan Covid-19,” katanya.

Tambahan anggaran itu, untuk kebutuhan alat pelindung diri (APD) dan sejumlah alat kesehatan. Diantaranya masker, face shield, hingga hand sanitizer atau thermo gun. Serta penambahan honor bagi pengawas tempat pemungutan suara (PTPS). Penambahan honor itu seiring dengan bertambahnya jumlah tempat pemungutan suara (TPS). “Pemenuhan protokol kesehatan Covid-19 ini wajib dilaksanakan dalam Pilkada serentak tahun ini,” pungkasnya. (end/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar