Politik Pemerintahan

Pengasuh Ponpes Mahasiswa Ikut Penjaringan Cabup PPP Jember

Jember (beritajatim.com) – Muhammad Khozin alias Gus Khozin, pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Khozini, Mangli, mendaftarkan diri menjadi calon bupati dalam penjaringan yang digelar Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (7/12/2019) petang.

Khozin didampingi keluarga, fungsionaris, dan anggota DPRD Jember mendatangi kantor DPC PPP setempat. Ia menyuarakan ‘the spirit of santri’ dalam pencalonannya.

Menurut Khozin, fagasan pembangunan Jember ke depan tak bisa abai atas keberadaan potensi pesantren dan santri. “Artinya, pemerintah daerah harus memberikan porsi yang besar dalam orientasi pembangunan dengan melibatkan secara proaktif dunia pesantren,” kata mantan calon legislator DPR RI PPP Dapil IV Jatim ini.

The Spirit of Santri menurutnya, bagian tak terpisahkan merespons demografis Jember sebagai salah satu kabupaten dengan populasi pesantren terbesar di Indonesia dan basis kultural NU yang cukup besar. Santri tak hanya memiliki bekal kedalaman ilmu agama, melainkan juga kepercayaan diri, tanggung jawab, dan optimisme yang tinggi dalam setiap tindakannya.

Khozin menegaskan, Jember saat ini butuh perubahan dan akselerasi pembangunan di banyak sektor. Kondisi ini tak hanya cukup mengandalkan konsep baru, melainkan juga semangat dan inovasi baru dan berkelanjutan.

Sebagai kader PPP, Khozin terpanggil untuk ikut andil lebih besar dalam ikhtiar perubahan Jember ke arah lebih baik. “Jember memiliki potensi besar dengan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah. Sentuhan inovasi di berbagai sektor merupakan keniscayaan. Apalagi saat ini kita menghadapi revolusi industri 4.0,” katanya.

Khozin menyerahkan semuanya ke mekanisme partai. Prinsipnya, ia saat ini fokus mengikuti proses penjaringan di internal partai berlambang ka’bah tersebutm Apapun hasil yang dikeluarkan partai, sebagai kader, ia akan patuh. Ikbal Wilda Fardana, Anggota DPRD Jember, mendukung pencalonan Khozin. “Beliau selain figur muda dan pengasuh pesantren, juga memiliki pengalaman di birokrasi dan dunia politik,” katanya. (wir/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar