Politik Pemerintahan

Pengangguran di Jember Tahun Lalu Meningkat

Danis Barlie Halim, juru bicara parlemen, dalam sidang paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2020

Jember (beritajatim.com) – Tingkat pengangguran di Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada masa akhir kepemimpinan Bupati Faida tahun lalu meningkat dibandingkan 2019. Persentase pengangguran pada 2020 adalah 5,21 persen atau sebanyak 67.448 orang.

“Meningkatnya tingkat pengangguran disebabkan oleh adanya pandemi Covid-19 yang mengakibatkan berkurangnya lapangan kerja di Kabupaten Jember,” kata Danis Barlie Halim, juru bicara parlemen, dalam sidang paripurna Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2020, di gedung DPRD Jember, Sabtu (17/4/2021) malam.

DPRD menyarankan kepada Pemerintah Kabupaten Jember agar segera mendorong dan memfasilitasi berkembangnya industri kreatif dan digital.  “Ini untuk meningatkan penyerapan tenaga kerja dan mengatasi pengangguran,” kata Danis.

Selama ini, parlemen menilai, Pemerintah Kabupaten Jember belum terlihat hadir memberikan fasilitasi dan mendorong berkembangnya industri kreatif sebagai alternatif peluang lapangan kerja baru.

DPRD Jember juga mengingatkan lembaga tripartit yang sudah terbentuk untuk mencegah dan mengatasi persoalan ketenagakerjaan belum berfungsi optimal. “Pemerintah Kabupaten Jember agar segera mengoptimalkan  tripartit untuk mencegah dan mengatasi persoalan perburuhan,” kata Danis.

Pekerjaan rumah lainnya adalah masih belum optimalnya implementasi Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2008 tentang Pelayanan, Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Kabupaten Jember.

“Pemerintah Kabupaten Jember perlu meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan-perusahan atau industri, terutama yang memperkerjakan tenaga kerja asing. Pendataan  para pekerja migran yang berkerja di luar negeri perlu dtingkatkan, serta menjamin perlindungan baik pada pekerja migran maupun keluarganya,” kata Danis. [wir/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar