Politik Pemerintahan

Pengamat: Warga Sidoarjo Ingin Perubahan, Tak Mau Calon Bupati yang Terkait Korupsi

Suko Widodo

Sidoarjo (beritajatim.com) – Pilkada Sidoarjo 2020 9 Desember mendatang memunculkan banyak bakal calon bupati maupun bakal calon wakil bupati.

Poster dan baliho masing-masing bakal calon sudah hampir 6 bulan lalu mulai bertebaran dan di pasang di berbagai titik strategis di jantung kota sampai pelosok-pelosok desa.

Pengamatan dan berbagai survei sudah dilakukan oleh partai-partai politik. Mulai partai yang bisa mengusung calonnya sendiri karena sudah memenuhi 10 kursi di parlemen, maupun partai-partai yang harus berkoalisi dalam mengusung calonnya nanti.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Airlangga Surabaya Suko Widodo meyakini publik akan lebih memilih kandidat yang tidak ada hubungannya dengan kasus korupsi.

Menurut Suko, dari hasil survei, warga Sidoarjo menginginkan adanya perubahan. “Dan salah satunya adalah pemimpin yang bersih, kandidat yang tidak ada hubungannya dengan kasus korupsi,” katanya dalam rilis yang dikirim ke beritajatim.com Selasa (11/8/2020).

Isu utama yang menjadi perhatian masyarakat dalam sejumlah survei, disebutkan masalah korupsi. Seperti survei Alvara Research Center beberapa waktu lalu yang menyebutkan bahwa warga paling tidak puas terhadap program pemberantasan korupsi di Sidoarjo.

Oleh karena itu, Suko menilai, parpol akan benar-benar memperhatikan preferensi masyarakat tersebut di dalam menentukan kandidat yang bakal diusung.

Biasanya pemimpin yang tidak bersih atau berafiliasi dengan pihak-pihak yang terkena kasus korupsi, akan dihindari pemilih. “Hal-hal seperti ini tentu akan sangat memengaruhi pola dan strategi komunikasi politik untuk pemenangan di Sidoarjo,” tambah doktor ilmu komunikasi tersebut.

Saat ini, sejumlah kandidat bersaing dalam Pilkada Sidoarjo. Di antaranya ada nama politikus Gerindra Bambang Haryo, satu-satunya kandidat yang sudah mengantongi rekom dari DPP Partai Gerindra.

Ada juga mantan Ketua Hanura Jatim H. Kelana Aprilianto, Kepala Dinas Perhubungan H. M Bahrul Amig, anggota Komisi B DPRD Jatim H. Achmad Amir Aslichin, aktivis muda NU H. Ahmad Muhdlor Ali serta Plt Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Saifuddin.

Hingga saat ini, Pilkada Sidoarjo 2020 belum memunculkan kandidat yang benar-benar akan maju dalam kontestasi yang bakal digelar pada 9 Desember mendatang.

Hal ini berbeda dengan kabupaten/kota lain yang sudah mulai mengerucut ke pasangan calon tertentu, bahkan dalam rekomendasi sudah disebutkan secara berpasangan. [isa/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar