Politik Pemerintahan

Pengamat: Serangan Machfud Gagal Pancing Emosi Eri, Dijawab Kalem dan Pakai Data

Pasangan Eri Cahyadi dan Armuji saat debat Wali Kota Surabaya, Rabu (4/11/2020).

Surabaya (beritajatim.com) – Debat publik perdana calon wali kota dan calon wakil wali kota (Cawali-Cawawali) Surabaya, diwarnai pernyataan menyerang oleh pasangan calon (paslon) nomor 2 Machfud Arifin (MA) dan Mujiaman kepada paslon nomor urut 1 Eri Cahyadi-Armuji.

Namun sayangnya, serangan yang dilemparkan Machfud dinilai pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam gagal. Sebab, Eri Cahyadi menanggapi dan menjawab pernyataan serta pertanyaan MA dengan nada tenang ditambahi dengan data-data kuat.

“Pak Machfud mencoba memancing emosi Pak Eri dan membuat Pak Eri kesulitan menjawab pertanyaannya. Namun, serangan itu tak tercapai, karena Pak Eri menjawabnya dengan kalem dengan disertai data-data. Akhirnya, serangan itu tidak mengena. Beberapa kali serangan itu dilancarkan Pak Machfud,” ungkap Surokim, dikonfirmasi, Rabu (4/11/2020) malam.

Contohnya, saat pasangan Machfud berulang kali menyampaikan data jumlah korban meninggal dunia karena Covid-19, kemudian dijawab oleh Eri dengan mengungkapkan data bahwa secara umum penanganan Covid-19 di Surabaya sudah sesuai jalur.

“Pak Eri menjawab bahwa kasus aktif sekarang 79 orang, sedangkan yang meninggal dunia karena ada komorbid atau penyakit bawaan. Kemudian, yang sembuh juga semakin bertambah dengan data yang lengkap. Terlihat Pak Eri bisa menahan emosi di panggung dan mematahkan serangannya Pak Machfud. Pak Eri sangat kuat di data, lebih menguasai data,” katanya.

Dekan Fisib Universitas Trunojoyo Madura Surokim Abdussalam

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) UTM tersebut menilai, gaya Eri tidak dibuat-buat, tampil kalem apa adanya. Sedangkan, Armuji tampil dengan karakter khas Arek Suroboyo. Sedangkan, MA dan Mujiaman bergaya ofensif.

Surokim yang juga peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC) ini tidak mengelak bahwa apa yang disampaikan Eri terkesan sebagai petahana, dan memuji Wali Kota Tri Rismaharini. Sedangkan, MA berada di posisi penantang. Kendati demikian, sikap tersebut justru menjadi poin positif bagi Eri Cahyadi-Armuji karena nama besar Risma yang masih disukai masyarakat Kota Pahlawan.

“Kepuasan warga terhadap Bu Risma semakin meningkat, yakni dari 82 persen menjadi 90 persen,” tuturnya mengutip hasil riset terbaru.

Pada debat berikutnya, Surokim berharap masing-masing paslon bisa menyajikan data-data yang akurat dan tidak sekadar pernyataan-pernyataan pandangan mata. “Secara keseluruhan, pada debat pertama ini sudah menarik dan positif. Dibanding debat pertama yang diikuti daerah lain, Surabaya yang paling menarik,” pungkasnya. (tok/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar