Politik Pemerintahan

Pengamat: Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin Punya Modal Besar Maju Pilwali Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Mantan Kapolda Jatim yang juga Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jatim untuk Pemenangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin, Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin disebut-sebut bakal running Pilwali Surabaya pada September 2020.

Baru-baru ini, cucu dari Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah, Ploso-Kediri, KH Zainuddin Djazuli (Mbah Din), Gus Abid Umar Faruq di Instagram (IG) pribadinya memasang foto Machfud Arifin yang sedang bersilaturahmi di Ponpes Al Falah Ploso dan sedang didoakan oleh Mbah Din. Gus Abid, politisi NasDem ini memberikan caption di foto itu dengan kalimat ‘Cawali Surabaya Next 😎’.

Machfud yang dikonfirmasi beritajatim.com terkait foto tersebut melalui WhatsApp (WA), Sabtu (15/6/2019) hanya tertawa kecil. “He..he…he,” tulisnya.

Berdasarkan catatan beritajatim.com, hubungan Machfud dengan Mbah Din sudah terjalin baik sejak lama. Bahkan, saat menjabat sebagai Kapolda Jatim, Machfud juga membesuk Mbah Din yang tengah dirawat di Rumah Sakit (RS) Darmo Surabaya pada Selasa (13/3/2018) lalu. Kiai khos itu dilarikan ke rumah sakit akibat kelelahan setelah beraktivitas di ponpesnya.

View this post on Instagram

Cawali Surabaya Next 😎

A post shared by Abid Umar Faruq (@abidumarfaruq) on

Direktur Surabaya Survei Center (SSC), Mochtar W Oetomo berpendapat bahwa Machfud Arifin memiliki modal besar untuk Pilwali Surabaya, karena pernah menjadi Kapolda Jatim dan Ketua Tim Sukses Jokowi-Ma’ruf di Jatim. Jokowi-Ma’ruf berhasil menang telak di Jatim dengan angka 16.231.668 suara atau 65,79 persen

“Itu sudah modal kuat. Tapi Pilwali Surabaya lebih utama adalah sosok figur yang harus kuat dan memiliki narasi visi misi yang luar biasa dalam memajukan Surabaya. Ini karena untuk menjadi Walikota Surabaya standarnya harus tinggi. Bu Risma selama dua periode telah berhasil, walikota ke depan minimal harus selevel Bu Risma atau lebih baik. Ini tidak mudah,” kata Mochtar.

Peneliti Senior SSC, Surokim Abdussalam menambahkan, Machfud Arifin yang merupakan asli Arek Suroboyo menjadi modal sosial dan simbolik.

“Akses Jokowi ada, tinggal partai pengusung ini yang agak rumit. Sepanjang beliau bisa menembus DPP, beliau punya kesempatan. Melihat peta partai-partai utama, rasanya sudah sesak, jadi lebih baik gerilya politik ke partai menengah saja sebagai poros baru,” tutur Surokim yang juga Dekan FISIB Universitas Trunojoyo Madura ini.

Yang masih bebas, menurut dia, adalah partai menengah dan kecil barisan pengusung Jokowi-Ma’ruf. Yakni, NasDem, PPP, PSI dan lainnya. Bagaimana dengan PDIP?

“Minus PDIP. Ini karena PDIP rasanya sulit untuk melirik non kader, karena tekanan internalnya sedang tinggi untuk mengusung kader sendiri. Surabaya kan menjadi kandang PDIP. PDIP bisa memajukan calon sendiri tanpa perlu berkoalisi dengan partai lain,” jelasnya.

Dia menyarankan agar Machfud Arifin bekerja keras untuk bisa mendapatkan tiket maju Pilwali Surabaya. “Dan, salah satu kuncinya ya segera berkomunikasi dengan DPP dengan memanfaatkan akses ke Jokowi. Selain NasDem dan PSI, PPP termasuk yang bisa digerilya. Ketiga partai itu sebagai target utama membangun komunikasi politik awal. Masih ada waktu untuk menaikkan popularitas dan elektabilitas Pak Machfud,” pungkasnya. (tok/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar