Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Pengamat Ini Desak Eri Cahyadi Bangun ‘Dream Team’ di Surabaya

Andri Arianto

Surabaya (beritajatim.com) – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi didesak untuk membuat dream team (tim impian) dalam menjalankan tugasnya sebagai orang nomor satu di Kota Pahlawan.

Dream team itu adalah orang-orang pilihan yang satu visi dalam menggerakkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mewujudkan visi dan janji kampanye Eri Cahyadi.

Menurut pengamat kebijakan publik dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA), Andri Arianto, jika ingin menciptakan sejarah di Pemkot Surabaya, Eri harus menyiapkan personilnya dengan baik dan tepat.

“Pak Wali Kota Surabaya (Eri Cahyadi, red) tidak bisa hanya didukung oleh kepala dinas yang pintar atau ASN yang cerdas. Itu saja tidak cukup. Tapi harus punya tim yang solid. Dan tim yang loyal 100 persen menyukseskan visi wali kota, tidak tengok kiri-tengok kanan,” ujar Andri, saat dikonfirmasi, Rabu (15/12/2021).

Andri mengatakan, medan yang dihadapi Eri Cahyadi cukup menantang dalam menorehkan sejarah di Surabaya lantaran pandemi Covid-19 yang memukul hampir semua sektor kehidupan. Visi Eri Cahyadi, yaitu ”gotong royong menuju Surabaya kota dunia yang maju, humanis, dan berkelanjutan”, adalah sebuah visi besar yang membutuhkan tim impian untuk mewujudkannya.

Andri mengibaratkan, jika sebuah klub sepakbola, wali kota adalah sosok manajer. Sebagai manajer, tidak hanya berfikir bagaimana mengelola taktik dan memenangkan pertandingan. Tapi juga harus mempunyai strategi jangka panjang, bagaimana cara menjaga performa terbaiknya.

Selain itu, kata Andri, manajer juga harus mengetahui karakter para pemainnya. Jika orang itu penyerang, tidak mungkin ditaruh sebagai pemain belakang. Begitu pula dengan kiper, tidak mungkin akan dijadikan sebagai penyerang.

“Semua tahu Christiano Ronaldo itu penyerang hebat. Tapi kalau dijadikan kiper, dia belum tentu hebat. Kurang-lebih perumpamaannya seperti itu. Maka Eri harus cermat. Dan, Eri punya modal kecermatan itu, karena dia sudah bertahun-tahun menggeluti dinamika Pemkot Surabaya,” ungkapnya.

Untuk mengetahui pemain-pemain itu berada di posisi yang tepat, jelasnya, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan asesmen. Eri Cahyadi sudah tepat menggandeng tim independen, yang kompeten untuk melakukan asesmen.

”Langkah asesmen oleh tim independen sudah tepat. Itu awal dari terbentuknya tim birokrasi yang solid dengan spirit persaingan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, berorientasi pada hasil, dan inovatif. Jangan sampai wali kota memiliki tim yang hanya menunggu perintah. Baru melaksanakan jika wali kota meminta. Dia harus mampu menerjemahkan visi-misi wali kota,” tegasnya. [tok/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar