Politik Pemerintahan

Pengadilan Putuskan Ketua Pemuda Panca Marga Jatim adalah Endang

Surabaya (beritajatim.com) – Pemuda Panca Marga (PPM) kepengurusan Samsudin Siregar menang dalam perkara perdata dualisme. Pengurus Daerah (PD) PPM Jawa Timur pun menindaklanjuti dengan menggelar konsolidasi menyeluruh di seluruh Pengurus Cabang (PC) di Jatim.

Menang di pengadilan, Ketua PPM Jatim Endang Sulastuty tidak bisa menutupi kegembiraannya. “Ini kado terindah di hari ulang tahun Pemuda Panca Marga dan kami adalah pengurus yang sah, setelah sekian lama kami menahan diri,” kata Endang kepada wartawan acara Tasyakuran HUT ke-40 Pemuda Panca Marga di Gedung Juang 45 Surabaya, Sabtu (23/1/2021).

Endang menegaskan organisasinya akan kembali berjalan meneruskan visi dan misi organisasi. “Kami solidkan kembali organisasi dengan menata pengurus setelah sempat dibuat berantakan oleh kubu mereka,” ujarnya.

Sebagai organisasi non-politik, PPM tak berafiliasi dengan gerakan politik manapun. Sekalipun demikian, anggota PPM bisa masuk dalam segala lini kehidupan mulai dari ekonomi, pendidikan, sosial, hingga politik.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Jakarta Timur memutuskan menolak seluruh gugatan Berto Izaak Doko, Selasa (19/1/2021). Selain sebagai penggugat, Berto Izzak sebelumnya juga mengklaim sebagai Ketua Umum PPM yang sah.

Dengan putusan PN tersebut, maka dipastikan bahwa kepengurusan PPM yang sah berada di bawah kepemimpinan Samsudin Siregar sebagai Ketua Umum PPM dan Abdillah Karya di Sekretaris Jenderal. Hal ini juga berlaku hingga turunannya di pengurus daerah maupun cabang.

“Satu-satunya Ketua PPM yang sah di Jawa Timur adalah Endang Sulastuty. Serta, Sekretarisnya, Meulila Osman,” imbuh Meulila.

Sebelum akhirnya diputuskan pengadilan, kepengurusan PD PPM Jatim juga mengalami dualisme. Selain kepengurusan Endang, juga ada kepengurusan Yohanes Daniel Emor yang juga membentuk pengurus hingga kabupaten/kota.

“Di Jawa Timur, kami eksis dalam pengembangan pendidikan. Pemuda Panca Marga memiliki Universitas (Universitas Panca Marga di Probolinggo), SMA, hingga SMK yang apalagi ditotal, peserta didiknya mencapai ribuan,” tuturnya.

Selain itu, Pemuda Panca Marga yang dilahirkan oleh LVRI dan juga binaan TNI ini juga akan bersilaturahmi dengan pihak eksternal. Satu di antaranya dengan Kodam V/Brawijaya.

Untuk diketahui, masalah dualisme ini berawal dari terpilihnya Samsudin Siregar dan Abdillah Karyadi, sebagai Ketua Umum dan Sekjen Pimpinan Pusat PPM hasil Munas X PPM, tanggal 5-7 September 2019 di Jakarta. Samsudin menggantikan Ketua Umum sebelumnya, Haji Lulung Lunggana.

Namun, SK kepengurusan yang telah disampaikan ke Kemenkumham ini lantas digugat oleh Berto Izaak Doko. Berto selaku Ketua Umum PP PPM hasil Munaslub yang dilaksanakan oleh DPP Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI).

LVRI menganggap PPM merupakan anak organisasi yang berada di bawah naungannya. Padahal, Pasal 28 ayat 2 Keppres No. 18 tahun 2018 tentang pengesahan AD/ART LVRI antara lain mengatur bahwa hubungan LVRI dengan PPM, bersifat emosional kekeluargaan.

Hubungan struktural antara LVRI dan PPM, sudah berakhir pada saat penandatanganan deklarasi pemisahan organisasi tanggal 22 Januari 1987. Ini dalam rangka menyesuaikan diri dengan ketentuan yang diatur dalam UU Nomor 8 tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan (UU Ormas).

PPM merupakan suatu wadah bagi putera puteri Veteran RI. Mereka merupakan generasi penerus perjuangan bangsa yang wajib dan bertanggungjawab untuk melestarikan nilai-nilai perjuangan 1945 dan mengisi kemerdekaan, dengan jalan melaksanakan pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila dan UUD 1945.

“Selain konsolidasi internal, kami juga akan membantu sosial masyarakat akibat adanya pandemi dan bencana alam. Apalagi, di Jawa Timur juga ikut terdampak,” pungkas Endang. [tok/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar