Politik Pemerintahan

Penetapan RPJMD Bojonegoro Tertunda

Bojonegoro (beritajatim.com) – Penetapan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bojonegoro tertunda. Harusnya penetapan RPJMD ditetapkan Rabu (20/2/2019).

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Syukur Priyanto mengatakan penetapan RPJMD ini tertunda lantaran jumlah peserta rapat pleno yang hadir tidak memenuhi kuorum.

Padahal, kata dia, pembahasan RPJMD ini sudah sesuai dengan skedul yang sudah disepakati sebelumnya. “Tapi yang hadir kurang dari dua per tiga dari jumlah anggota DPRD, sehingga tidak kuorum,” katanya.

Rapat pleno penetapan RPJMD ini seharusnya, lanjut dia dimulai pukul 13.00 WIB. Namun, hingga pukul 16.00 WIB peserta rapat belum kuorum. Sehingga, rapat sempat ditunda hingga tiga kali. Akhirnya penetapan dijadwalkan ulang pada Sabtu (23/2/2019).

“Karena sesuai ketentuan undang-undang sebelum 24 Februari atau lima bulan setelah bupati di lantik harus ditetapkan RPJMD,” ungkapnya.

Syukur berharap pada penjadwalan ulang besok sejumlah anggota DPRD Bojonegoro dan semua pihak menghormati dan menyepakati untuk kebaikan lima tahun mendatang. “Diharapkan bisa mendukung untuk niat baik,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, dari jumlah 50 anggota DPRD Bojonegoro hanya 23 anggota dewan yang berada didalam ruangan paripurna untuk mengikuti rapat tersebut. Rapat RPJMD tahun 2018 – 2023 itu digelar di ruang Paripurna Kantor DPRD. [lus/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar