Politik Pemerintahan

Penetapan Bupati Malang Terpilih Tunggu Terbitnya BRPK dari MK

Malang (beritajatim.com) – Penetapan Pasangan Calon (Paslon) Bupati Malang terpilih, Sanusi – Didik Gatot Subroto (SANDI) masih menunggu terbitnya Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK) yang dikeluarkan Mahkamah Konstitusi (MK). Hal itu untuk memastikan ada dan tidaknya gugatan hasil rekapitulasi suara hasil Pilkada Kabupaten Malang.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika, mengaku, masih menunggu penerbitan BRPK dari MK, sehingga bisa menjadwalkan penetapan Paslon Bupati Malang terpilih. “Ada dan tidaknya gugatan kami tetap berpatokan pada terbitnya BRPK itu,” ungkap Marhaendra Pramudya Mahardika, Rabu (23/12/2020).

Paling lama 5 hari setelah pemberitahuan BRPK itu, baru KPU Kabupaten Malang melakukan penetapan pasangan calon Bupati Malang terpilih. “Di Kabupaten Malang sampai hari ini belum ada kabar adanya gugatan,” terangnya.

Kendati demikian, BRPK tetap ditunggu. Kata Mahardika, mengacu pada jadwal, BRPK dari MK itu akan terbit sekitar tanggal 18 Januari 2021. Hal ini berlaku untuk keseluruhan Pilkada di Tanah Air, baru 5 hari setelah terbit, penyelenggara bisa menetapkan paslon terpilih.

Pada Pleno Rekapitulasi KPU Kabupaten Malang yang digelar Rabu (16/12/2020) lalu, atas hasil Pilkada 9 Desember, dari total suara sah sebanyak 1.165.592, Paslon Bupati Malang nomor urut 1 Sanusi-Didik Gatot Subroto (SANDI) meraih suara 530.449 atau 45,5 persen.

Sementara, Paslon Bupati Malang nomor urut 2 Lathifah Shohib-Didik Budi Muljono (LADUB) meraih suara 491.816 atau 42,19 persen. Untuk Paslon Bupati Malang nomor urut 3 Heri Cahyono-Gunadi Handoko meraih suara 143.327 atau 12,29 persen. (yog/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar