Politik Pemerintahan

Penerimaan Pajak Paling Tinggi di Bojonegoro: Iklan Rokok

Foto ilustrasi

Bojonegoro (beritajatim.com) – Penerimaan paling tinggi dari hasil pendapatan pajak reklame di Kabupaten Bojonegoro berasal dari produk rokok. Jumlah pendapatan asli daerah (PAD) yang diperoleh dari pajak reklame iklan rokok 2018 sebesar Rp 700 miliar.

Sekretaris Badan Pendapatan Kabupaten Bojonegoro, Dilli Tri Wibowo mengatakan, pajak papan reklame dari perusahaan rokok sebesar Rp700 juta per tahun. Sementara realisasi pendapatan pajak reklame tahun 2018 sebesar Rp2,7 miliar.

Pendapatan dari sektor pajak reklame pada tahun 2019 targetnya sebesar Rp 3,4 miliar, dan tahun 2020 akan ditingkatkan sebesar Rp 4,8 miliar. “Pendapatan paling besar masih dari produk rokok, lalu selular, dan alat elektronik,” katanya, Rabu (28/8/2019).

Untuk menambah jumlah pendapatan pajak reklame tersebut, Pemkab Bojonegoro akan memasang papan reklame dari Kontraktor Kontrak Kerjasama (K3S) yang mengelola industrialisasi migas di Bojonegoro.

Di Kabupaten Bojonegoro sendiri, ada tiga operator yang mengelola lapangan migas, yakni ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Pertamina EP Cepu (PEPC), dan Pertamina EP Asset 4. “Ada tiga titik yang akan dipasang papan reklame yaitu di perempatan Dusun Clangap, Jembatan Sosrodilogo, dan Jalan Diponegoro,” ungkapnya.

Dari tiga pemasangan papan reklame tersebut, daerah berpotensi menerima pendapatan sebesar Rp 109.902.000 per tahun. Jumlah tersebut tergolong kecil karena menyesuaikan ukuran dan spot yang digunakan meletakkan papan reklame.

Dilli menyatakan, tujuan pemasangan papan reklame dari K3S tersebut adalah untuk iklan layanan masyarakat terhadap perkembangan industri migas yang ada di Bojonegoro termasuk transparansi informasi seputar industri minyak dan gas bumi (migas). “Termasuk produksinya, tenaga kerjanya dan lain sebagainya,” pungkasnya. [lus/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar