Politik Pemerintahan

Penerima PTSL di Jamberejo Mengeluh Biaya Mahal

Bojonegoro (beritajatim.com) – Penerima program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Jamberejo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro mengeluh biaya administrasi yang masih mahal.

Peserta program PTSL di Desa Jamberejo ditarik biaya bervariasi antara Rp 600 ribu hingga Rp 900 ribu. Namun, warga mengaku tidak bisa berbuat apa-apa. Nominal biaya tersebut menurut warga ditetapkan oleh panitia.

“Biaya sudah ditentukan oleh panitia, tidak ada kesepakatan sebelumnya dengan warga,” ujar Warga Dusun Sumbergirang Desa Jamberejo, Sujati (47), Rabu (5/2/2020).

Selain itu, yang membuat warga merasa dicurangi karena tidak ada penjelasan dari pihak panitia dalam penggunaan uang tersebut. “Kami sebenarnya merasa keberatan tapi mau lapor itu dimana tidak tau, padahal seharusnya hanya Rp 150 ribu bayarnya,” tambah Madani, warga sekitar.

Kades Jamberejo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Nyuwanto Widodo tidak mau berkomentar. Sementara diketahui, pembagian sertifikat PTSL bagi warga Jamberejo dilakukan di balai desa setempat, kemarin.

Camat Kedungadem, Arwan mengatakan, setelah selesainya program PTSL di Desa Jamberejo, maka di Kecamatan Kedungadem masih tersisa empat desa, yang belum mendapat PTSL. Yakni, Desa Kedungadem, Megale, Telogo Agung dan Desa Sidomulyo.

“Setelah sertifikat diserahkan ini program PTSL sudah selesai di Desa Jamberejo. Jangan sampai program ini jadi masalah, termasuk warga yang masih nunggak melakukan pelunasan pembayaran,” pungkasnya. [lus/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar