Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Penerima Bansos Kemiskinan Ekstrem di Bojonegoro Bingung ATM Masih Kosong

Bojonegoro (beritajatim.com) – Sejumlah penerima bantuan sosial (Bansos) untuk pengentasan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bojonegoro belum semua tersalurkan. Bantuan pengentasan kemiskinan ekstrem itu disalurkan melalui kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Negara Indonesia (BNI).

Salah satu penerima yang belum mendapat top up dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI adalah Kuntari (86) Warga Desa Kauman Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro. Pada Jumat 14 Januari 2022 kemarin dia melalui anaknya melakukan pengecekan saldo di ATM yang diterimanya namun masih kosong.

“Kabarnya ada beberapa penerima yang sudah ditransfer, tapi di kartu ATM ibu saya cek saldonya masih kosong,” ujar Nurul Huda (60) anak dari Kuntari, Warga Desa Kauman, Kabupaten Bojonegoro, Senin (24/1/2022).

Pihaknya mengaku sempat bingung karena beberapa penerima sudah bisa mengambil bantuan dari Kemensos senilai Rp 900 ribu dari akumulasi 3 bulan pencairan, Oktober – Desember 2021. Untuk mencari kejelasan, ia kemudian menanyakan hal itu ke pendamping penerima bantuan sosial. “Kita disuruh menunggu informasi dari pendamping desa,” jelasnya.

Sementara Kepala Cabang BNI Bojonegoro, Gunawan Wibisono mengatakan, adanya rekening KPM bansos dari Kementerian Sosial RI itu memang benar adanya, BNI Cabang Bojonegoro hanya bertugas membukakan rekening lalu menyalurkan kepada para penerima. “Soal ada uangnya atau tidak, itu urusannya Kemensos dan BNI Pusat,” katanya.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Cabang Bojonegoro menurutnya, hanya membuka rekening Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Sosial. Sedangkan, untuk data dan segala macam terkait bansos, lanjut Gunawan, mereka terima dari Dinas Sosial setempat, yakni Dinsos Bojonegoro.

Sebelum melakukan penyaluran rekening, pihak BNI Cabang Bojonegoro terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan Dinsos Bojonegoro. “Setelah Dinsos ok, baru kita lakukan penyaluran,” lanjutnya.

Pihaknya juga telah melaporkan adanya rekening KPM yang masih kosong itu kepada Dinsos pada Desember 2021 lalu, untuk selanjutnya diteruskan kepada Kemensos. Jadi pada dasarnya untuk mengisi saldo rekening KPM itu, Bank BNI menunggu instruksi dari Kemensos. “Desember 2021 kami sudah kirim surat ke Dinsos,” imbuhnya.

Untuk diketahui, satu rekening atau kartu ATM dapat digunakan untuk menerima beberapa bantuan, yakni Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Kemiskinan Ekstrem, dan Bantuan PPKM Darurat. Dari semua macam bentuk bantuan tersebut, tidak semua dapat di cek atau ditarik saldonya di mesin ATM.

Misalnya Bantuan Kemiskinan Ekstrem dapat dilakukan penarikan dana atau cek saldo di mesin Anjungan Tunai Mandiri, namun jika itu bantuan PPKM Darurat tidak dapat melakukan penarikan dana atau cek saldo di mesin ATM. “Penarikan atau cek saldo bantuan PPKM hanya bisa dilakukan di agen yang telah ditunjuk,” pungkasnya. [lus/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar