Politik Pemerintahan

Pendukung 01 Tolak Hasil Pilkades di Ponorogo

Ponorogo (beritajatim.com) – Pelaksanaan pilkades serentak di Ponorogo pada Senin (20/5/2019) lalu ternyata menyisakan masalah yang pelik. Satu dari 198 desa yang melaksanakan pilkades itu terjadi sengketa. Yakni di Desa Pager Kecamatan Bungkal.

Puncaknya hari ini massa dari salah satu cakades menggelar aksi demo di kantor Kecamatan Bungkal. Menuntut diadakannya pilkades ulang, karena pemungutan yang lalu diduga ada indikasi kecurangan yang dilakukan panitia Pilkades setempat.

”Kami menduga pilkades lalu ada indikasi lecurangan. Dan panitia tidak bisa menjelaskannya,” kata Kuasa Hukum Cakades 01, Arif Maftuhin, Selasa (28/5/2019).

Sebelumnya, lanjut Arif pihak cakades nomor urut 01 sudah melayangkan surat permohonan keberatan atas hasil pilkades lalu. Namun sampai saat ini belum ada tanggapan dari panitia, membuat pendukung cakades 01 mendatangi kantor kecamatan Bungkal ini.

”Jumlah yang hadir dengan jumlah surat suara yang tercoblos tidak sama. Ada selisih 2 suara,” katanya.

Arif menyebut diberita acara pertama ada 1.254 surat suara, lalu ada 1 surat suara rusak. Kemudian diberita acara kedua, tertulis hanya 1.251 surat suara. Artinya ada 2 suara yang hilang, mestinya jumlah surat suara ada 1.253.

”Makanya pihak kami menuntut pilkades ulang untuk Desa Pager ini,” katanya.

Menanggapi tuntutan yang dilakukan massa cakades nomor urut 01 Desa Pager, camat Bungkal angkat bicara. Dia membenarkan jika diberita acara yang dipermasalahkan tersebut ada selisih data. Tapi panitia pilkades selama ini bungkam. Karena untuk memastikan data itu pihak panitia harus membuka kotak suara.

”Sedangkan panitia tidak boleh membuka kotak, sehingga mereka belum bisa memberikan jawaban,” pungkasnya. [end/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar