Politik Pemerintahan

Pendataan SDGS di Kabupaten Kediri untuk Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Kediri (beritajatim.com) – Di bulan Mei ini seluruh desa di Provinsi Jawa Timur sedang menyelenggarakan program pendataan berbasis SDGS. Tujuan dari pendataan ini untuk pencapaian pembangunan berkelanjutan yang hasilnya akan dipakai acuan dalam program pemberdayaan desa.

Sebelum melakukan pendataan ke setiap rumah warga, puluhan petugas pendata SDGS terlebih dahulu diberi bekal oleh Kepala Desa Dan Camat Kayen Kidul. Pendataan ini dilakukan mulai dari 1 Mei hingga 30 Mei 2021. Di rentan waktu tersebut seluruh data keluarga maupun individu dari kuisioner yang di data oleh petugas harus sudah terinput di aplikasi database Kementerian Desa masing masing daerah dan provinsi.

SDGS desa adalah upaya terpadu mewujudkan desa tanpa kemiskinan dan kelaparan. Selain itu ekonomi desa agar tumbuh merata, desa peduli kesehatan, desa peduli lingkungan, desa peduli pendidikan, desa ramah perempuan, desa berjejaring dan desa tanggap budaya untuk percepatan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

“SDGS merupakan kepanjangan dari sustainable development goals. SDGS desa merupakan role pembangunan berkelanjutan yang akan masuk dalam program prioritas penggunaan dana desa tahun 2021 dan tahun tahun berikutnya,” ujar Bambang Agus Pranoto, Kepala Desa Kayen Kidul.

Merujuk dari peraturan menteri desa, pembangunan daerah tertinggal dan Transmigrasi Nomor 13 Tahun 2020 tentang prioritas penggunaan dana desa tahun 2021, setidaknya ada 18 tujuan dan sasaran pembangunan melalui SDGS desa tersebut antara lain, desa tanpa kelaparan, desa sehat dan sejahtera, desa yang mempunyai pendidikan berkualitas, desa berkesetaraan gender, desa layak air bersih dan sanitasi, desa yang berenergi bersih dan terbarukan.

Kemudian, pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi desa, inovasi dan infrastruktur desa, desa tanpa kesenjangan, kawasan pemukiman desa berkelanjutan, konsumsi dan produksi desa yang sadar lingkungan, pengendalian dan perubahan iklim oleh desa, kemitraan untuk pembangunan desa serta kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif.

Upaya pencapaian SDGS desa dalam situasi dan kondisi pandemi covid-19 tidaklah mudah, karena itulah, penggunaan dana desa 2021 diprioritaskan untuk membiayai kegiatan yang mendukung pencapaian 10 (sepuluh) SDGS desa yang berkaitan dengan kegiatan pemulihan ekonomi nasional, program prioritas nasional, dan adaptasi kebiasaan baru desa.

Menurut Bambang, petugas pendata yang terpilih menjadi petugas sdgs terdiri dari berbagai unsur antara lain karang taruna serta pemuda. Dipilih pemuda karena proses pendataan ini memerlukan etos kerja tinggi karena dibutuhkan ketelitian serta jam kerja yang tinggi.

Ditambahkannya, saat proses pendataan berlangsung, harus tetap menjalankan protokol kesehatan dengan penerapan 5M, mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker, menghindari kerumunan dan membatasi mobilisasi.

Untuk diketahui, proses pendataan sgds terbagi menjadi 2 jenis yakni, kategori individu dan keluarga. Kedua data yang telah di dapat harus segera dilakukan input data karena batas akhir sampai tanggal 30 Mei 2021. [adv kominfo/nm]



Apa Reaksi Anda?

Komentar