Politik Pemerintahan

Selama PPKM, Hanya 83 Warga Kabupaten Mojokerto yang Daftar Jemaah Haji

Kasi PHU, Kemenag Kabupaten Mojokerto, Mukti Ali.

Mojokerto (Beritajatim.com) – Pendaftaran jemaah haji mulai dibuka, Senin (30/8/2021) kemarin. Ini setelah sebelumnya pemerintah menutup Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) mengikuti aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada, Juli lalu.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (Kasi PHU), Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto, Mukti Ali mengatakan, Siskohat kembali dibuka pada, Senin kemarin. “Awal PPKM itu tanggal 3 Juli, kemudian Siskohat membuat kebijakan. SE itu terbit di tanggal 5 Juli,” ungkapnya, Selasa (31/8/2021).

Sehingga, lanjut Mukti, pemberlakuan penutupan Siskohat tanggal 5 Juli sampai 30 Agustus 2021. Mukti memperkirakan karena informasi tentang penutupan Siskohat sudah masih di Kabupaten Mojokerto sehingga warga juga sudah memahami itu sehingga pendaftaran haji tidak banyak saat PPKM berlangsung.

“Nggak seberapa banyak yang mendaftar, banyak yang ke sini hanya untuk konsultasi. Supaya prosesnya tidak panjang, maka mereka menunggu Siskohat dibuka. Dari data, sejak tanggal 5 Juli sampai tanggal 30 Agustus kemarin itu, hanya 83 orang yang mendaftar. 83 orang ini menunggu Siskohat buka,” katanya.

Mukti menjelaskan, sehingga saat Siskohat kembali dibuka maka Kemenag Kabupaten Mojokerto langsung menghubungi calon jemaah haji. Dalam sehari, Kemenag Kabupaten Mojokerto melayani 10 orang untuk menghindari terjadinya kerumunan saat melakukan pendaftaran.

“Kita jadwal, 10 orang setiap hari supaya tidak berkerumun dan tetap kita mengisi Siskohat dengan ketentuan memang prosesnya ketat sehingga sampai hari ini pun kita batasi maksimal 10 pelayanan. Itu tidak menutup kemungkinan kuota itu kita tambah seiring dengan melandainya Covid-19 di Kabupaten Mojokerto,” katanya.

Mukti menjelaskan, Kementrian Agama menutup Siskohat saat pemerintah memberlakukan PPKM lantaran kasus Covid-19 di Indonesia luar biasa. Sehingga Kementerian Agama melihat keamanan tim PHU di daerah yang melakukan yang pelayanan langsung sentuhan dengan masyarakat rawan terpapar Covid-19.

“Pandemi sebelum PPKM, tidak begitu banyak perubahan walaupun ada sedikit. Kalau diprosentase masih kisaran 80 persen antusias masyarakat untuk mendaftar. Saat PPKM dan Siskohat ditutup, tanggal 5 Juli sampai 30 Agustus, hanya ada 83 orang yang mendaftar,” jelasnya. [tin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar