Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Pencatatan Nama Minimal Dua Kata, Bagaimana yang Terlanjur Satu Kata?

Sekretaris Dispendukcapil Ponorogo, Heru Purwanto(Foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Ponorogo terus melakukan sosialisasi terkait pedoman pencatatan nama pada dokumen kependudukan. Pedoman pencatatan itu tertuang dalam Peraturan menteri dalam negeri (Permendagri) nomor 73 tahun 2022.

Sekretaris Dispendukcapil Ponorogo, Heru Purwanto menjelaskan dalam Permendagri tersebut, diatur pemberian pencatatan nama seseorang terhadap dokumen administrasi harus memenuhi kaidah-kaidah tertentu. Diantara, nama mudah dibaca, tidak bermakna negatif, tidak multitafsir dan jumlah huruf plus spasi pada produk administrasi kependudukan sebanyak 60 huruf. “Jumlah nama minimal terdiri dari dua kata,” kata Heru, Selasa (24/5/2022).

Heru menyebut di Kabupaten Ponorogo, sebelum aturan dari Permendagri ini terbit, masih banyak masyarakat yang mencatatkan namanya hanya satu kata. Dia mencontohkan misalnya nama Suyono, Misno, dan lain-lain. “Ya yang jelas masih banyak, namun kita juga belum menghitungnya,” katanya.

Meskipun begitu, nama-nama yang hanya satu kata masih tetap berlaku. Sebab, namanya ini sudah ada setelah Permendagri nomor 73 tahun 2022 turun. Heru menyebut bahwa Permendagri turun masih sangat baru, yakni pada tanggal 21 April 2022. “Setelah Permendagri terkait pedoman pencatatan nama ini turun, belum ada laporan di Dispendukcapil yang mengajukan nama hanya satu kata,” katanya.

Heru menambahkan bahwa adanya pedoman pencatatan nama ini, lebih mengedepankan masa depan si anak. Ketika sudah dewasa dan akan bepergian ke luar negeri, otomatis mereka akan membuat paspor. Nah, untuk pembuatan paspor ini minimal harus dua kata. Selain itu, nama juga harus selaras dengan pelayanan publik lainnya. “Ini hanya bersifat himbauan, dan nanti namanya tetap bisa dituliskan dalam dokumen kependudukan,” pungkasnya. (end/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar