Politik Pemerintahan

Pencairan Dana Desa di Bojonegoro Sudah 100 Persen

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro Machmuddin.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Sebanyak 419 desa yang ada di Kabupaten Bojonegoro sudah melakukan pencairan Dana Desa (DD) 2021. Pencairan Dana Desa tersebut memang sengaja dipercepat untuk penanganan Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro Machmuddin, adanya percepatan pencairan bantuan keuangan desa yang bersumber dari APBN tersebut hanya menggunakan data kertas kerja Kemendes.

“Sehingga prosesnya lebih cepat. Meski Demian desa harus tetap memenuhi persyaratan sesuai dengan perbup dan kuasa harus dipenuhi, di upload semua termasuk BLT DD,” ujarnya, Kamis (1/4/2021).

Dalam pencairan awal dana desa (DD) tersebut diakui memang sedikit pelan, tapi begitu salah satu desa sudah cair, selanjutnya langsung berjalan dengan cepat karena sudah masuk dalam sistem. “Pencairan hanya sekitar dua mingguan, mulai Februari 2021 akhir sampai Maret 2021 pertengahan,” ungkapnya.

Menurut Machmuddin, pada 2021 alokasi peruntukan Dana Desa ini dibagi menjadi tiga komponen, yakni untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) DD, refokusing anggaran untuk penanganan dan pencegahan Covid-19 sebesar 8 persen, dan ketiga untuk program prioritas pemdes.

Sementara diketahui, jumlah total alokasi Dana Desa di tahun 2021 ini sebesar Rp362 miliar. Alokasi penyaluran pada tahap 1 ini dibagi menjadi dua, yakni untuk Desa Mandiri dan Desa Non Mandiri. Dari 419 desa yang sudah mandiri ada 38 desa dengan skema pencairan dilakukan dua tahap, 60 persen dan 40 persen.

Sedangkan sisanya, pencairan dilakukan dengan tiga tahap yakni 40 persen untuk tahap pertama dan kedua, dan 20 persen pencairan tahap ketiga. Pada tahap pertama ini, jumlah pencairan yang dilakukan senilai Rp114 miliar. [lus/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar