Politik Pemerintahan

Penataan PKL di Jember Tunggu Revitalisasi Pasar Kelar

Abdul Muqit Arief (kanan) bercakap-cakap dengan Masrur dari Fraksi Harkat

Jember (beritajatim.com) – Penataan pedagang kaki lima di sejumlah titik jalan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, masih belum berjalan baik. Revitalisasi pasar tradisional menjadi salah satu kunci penataan tersebut.

Wakil Bupati Abdul Muqit Arief mengatakan, penataan PKL Dinas Perindustrian dan Perdagangan dilakukan dengan terlebih dahulu merevitalisasi pasar. “Tahun ini direncanakan revitalisasi terhadap dua pasar, yaitu Pasar Sukorejo dan Pasar Wirolegi,” katanya. Setahun sebelumnya, revitalisasi dilakukan terhadap Pasar Mangli dan Pasar Tegalboto. Relokasi PKL selanjutnya akan dilakukan bersama Satuan Polisi Pamong Praja.

Namun, program revitalisasi pasar saat ini menjadi sorotan publik, setelah Kejaksaan Negeri Jember mengungkap kasus dugaan korupsi dan penyimpangan proyek dalam revitalisasi Pasar Manggisan, Tanggul. Dua bulan lalu sebelum dimutasi, Kepala Kejaksaan Negeri Jember Ponco Hartanto mengatakan, pembangunan Pasar Manggisan menjadi sasaran pengusutan pertama sebagai pintu masuk untuk mengusut dugaan penyimpangan di pasar-pasar lainnya. “Masyarakat melihat, bahwa (pembangunan) Pasar Manggisan yang seharusnya selesai pada 31 Desember 2018, ternyata belum tuntas dan kelihatannya belum bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya saat itu.

Juru bicara Fraksi Kebangkitan Bangsa Imam Suyuti mengatakan, kasus itu merusak citra kontraktor lokal. “Akibat masalah tersebut, masyarakat kecil, khususnya pedagang kecil jadi korban. Kami sangat berharap Kejaksaan Negeri Jember lebih serius lagi mengusut dugaan pelanggaran dalam tender Pasar Manggisan tersebut,” katanya.

Muqit sepakat dengan FKB. “Catatan tersebut menjadi pelajaran untuk semua pihak yang terlibat untuk ke depan lebih baik dalam melaksanaan perencanaan yang ada,” katanya. [wir/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar