Politik Pemerintahan

Penataan Parkir Taman Lokomotif Tanpa Koordinasi dengan Dishub

Sejumlah kendaraan pengunjung memarkir kendaraan di bahu jalan Teuku Umar sebelah selatan

Bojonegoro (beritajatim.com) – Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Bojonegoro Adie Witjaksono mengungkapkan, terkait dengan pembangunan taman lokomotif di Jalan Teuku Umar, tidak ada koordinasi sebelumnya soal penataan area parkir bagi pengunjung.

“Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya yang membangun tidak ada koordinasi area parkir sebelum membangun taman lokomotif,” ujarnya, Minggu (9/2/2020).

Di taman saat ini tidak ada area parkir. Sejauh ini, pengunjung memarkir kendaraan disepanjang bahu jalan Teuku Umar. Sedangkan adanya parkir kendaraan di kanan kiri bahu jalan tersebut dikeluhkan pengguna jalan karena menyebabkan kemacetan.

“Bahu jalan sebelah selatan itu tidak boleh digunakan parkir. Harusnya yang diperbolehkan digunakan tempat parkir sebelah utara jalan,” ungkap Adie.

Dishub dalam hal pembangunan taman lokomotif ini, lanjut dia, tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan ijin Amdal Lalin. Sehingga, pihaknya tidak tahu rencana awal pembangunan parkir pengunjung akan ditempatkan disebelah mana.

“Senin besok, Dishub akan memang rambu dilarang parkir di depan taman lokomotif. Karena bisa mengurangi keindahan taman,” tegasnya.

Taman Lokomotif baru saja diresmikan Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah pada Jumat, 24 Januari 2020. Di taman terbuka hijau itu, disediakan spot untuk bersantai bersama keluarga, fasilitas berolah raga ataupun melihat sang legenda locomotive diesel hidraulik seri D 30133 buatan Fried Krupp Jerman yang pernah berjaya di era 1962-1987an.

Hal tersebut merupakan bukti nyata keseriusan Pemkab Bojonegoro dalam memperluas dan mengembangkan ruang terbuka hijau, dengan menyulap lahan aset milik PT KAI Daop VIII Surabaya menjadi Taman Lokomotif yang memukau. Hal ini bisa terwujud atas upaya kerja sama antara PT KAI dengan Pemkab Bojonegoro.

“Pemkab Bojonegoro siap bekerja sama untuk membuka ruang terbuka hijau agar Bojonegoro makin kelihatan green,” tuturnya. [lus/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar