Politik Pemerintahan

Penarikan ASN dari KPU Tak Boleh Ganggu Pilkada Jember

Jember (beritajatim.com) – Sekretaris Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur Eberta Kawima mengingatkan, bahwa penarikan aparatur sipil negara dari KPU Kabupaten Jember oleh pemerintah daerah setempat tak boleh mengganggu pemilihan kepala daerah.

“Pilkada adalah kata kunci yang harus dijaga dan dilaksanakan dengan lancar dan baik. Kalau pemerintah daerah menarik pegawai, kami menghormati. Kami tidak bisa melawan. Kami harus berkoordinasi baik dengan pemda,” kata Kawima via ponsel, Kamis (24/10/2019).

Bupati Faida melayangkan surat kepada Sekretaris Jenderal KPU RI tertanggal 13 September 2019. Dalam surat itu dijelaskan bahwa penarikan ASN ini dikarenakan Pemkab Jember kekurangan pegawai. Penarikan pegawai ini dilakukan tepat setahun sebelum pelaksanaan pemungutan suara pilkada Jember. “Nanti Pak Sekjen yang menjawab,” kata Kawima.

Kawima mengatakan, pilkada saat ini belum memasuki tahapan krusial. “Tahapan awal baru perencanaan. Tahapan krusial itu biasanya saat mulai pembentukan PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) dan PPS (Panitia Pemungutan Suara),” jelasnya.

ASN Pemkab di KPU Jember tetap diminta bekerja hingga surat keputusan turun. “Kecuali kalau SK sudah terbit, mereka harus penuh bertugas di tempat yang sudah ditentukan,” kata Kawima.

Jika SK sudah turun dan delapan ASN itu kembali ke Pemkab Jember, maka sekretariat KPU RI yang akan mengisinya. “Tidak bisa pemda yang mengisi. Sekarang ini ada Keputusan Sekjen Nomor 245 Tahun 2017, kami yang mengisi kecuali kalau pegawainya kurang, kami minta bantuan pemda untuk memfasilitasi pegawai. Tapi itu untuk pegawai non struktural. Kalau pegawai struktural prosesnya tetap melalui KPU provinsi,” kata Kawima.

“Terkecuali di daerah tersebut pegawai KPU tidak ada, baru KPU provinsi mohon bantuan ke pemda. Sementara Provinsi Jawa Timur ini jumlah pegawainya cukup. Saya mungkin bisa ambil satu dua orang pegawai KPU dari beberapa kabupaten yang tidak pilkada untuk berdinas di Kabupaten Jember. Jadi soal sumber daya manusia cukup,” kata Kawima. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar