Politik Pemerintahan

Penangkapan Komisioner KPU RI Berpotensi Pengaruhi Kepercayaan Publik Saat Pilkada

Arief Budiman Ketua KPU RI

Jember (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum RI belum mengetahui sejauh mana pengaruh penangkapan Wahyu Setiawan, salah satu komisioner Komisi Pemilihan Umum RI, terhadap kepercayaan publik dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah.

Hal ini dikemukakan Ketua Komisi Pemilihan Umum RI Arief Budiman, menjawab pertanyaan wartawan, usai acara bincang-bincang mengenai pilkada, di Gedung Sutardjo, Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (7/3/2020).

“Sebetulnya belum ada survei terbaru. Tapi survei dari media-media mainstream, tingkat kepercayaan kepada KPU cukup tinggi. Angkanya rata-rata di atas 80 persen,” kata Arief.

“Nah, apakah penangkapan kemarin memberi pengaruh atau tidak? Tentu memberi pengaruh. Tapi berapa besar, berapa persen, saya tidak bisa pastikan,” kata Arief.

Arief mengatakan, penangkapan terhadap Wahyu tidak mengganggu kredibilitas KPU. “Kenapa? Karena kebijakan yang kami ambil sesuai ketentuan peraturan perundangan. Bahwa kemudian Pak Wahyu di luar itu melakukan sesuatu yang lain, itu sudah di luar kontrol kami,” tegasnya.

“Anda lihat bagaimana cara KPU menjawab surat-surat yang dikirimkan kepada kami. Bagaimana cara KPU kemudian mengambil keputusannya. Jelas, kami bertujuh tidak ada yang berbeda pendapat, bahwa permintaan (agar Harun Masiku mengganti posisi Nazaruddin Kiemas yang meninggal untuk menjadi anggota DPR RI, red) ini tidak dapat dipenuhi,” kata Arief. [wir/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar