Politik Pemerintahan

Penanganan Corona, Pemkab Ponorogo Siapkan Rp 10,5 Miliar

Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni [dok.beritajatim.com]

Ponorogo (beritajatim.com) – Pendemi virus corona atau Covid-19 di Indonesia memberikan dampak luar biasa. Banyak masyarakat yang mengeluh tersendat pendapatan, imbas dari kebijakan Pemerintah pusat maupun daerah dalam pencegahan virus corona. Di Ponorogo, Pemkab setempat mulai menginventarisir profesi warganya yang terdampak dari segi ekonomi.

“Laporan yang masuk meja saya, ada 14 pemijat tuna netra yang mengeluh sepi pasca menyebarnya virus corona di Indonesia,” kata Bupati Ipong Muchlissoni, Sabtu (28/3/2020).

Bahkan, kata Ipong, mereka hampir tidak ada panggilan untuk memijat. Mereka meminta bantuan, dan Pemkab sedang menyiapkan bentuk bantuan yang akan diberikan nanti. Selain pemijat tuna netra, Pemkab juga sedang menginventarisasi pedagang maupun petani durian di Ngebel. “Apakah dengan penutupan wisata alam Telaga Ngebel ini berdampak atau tidak,” katanya.

Jika memang berdampak, yang pasti Pemkab tidak akan tinggal diam. Pemkab akan mengusahakan bantuan. Namun bentuk bantuannya seperti apa, masih belum dirumuskan. Tetapi yang jelas Pemkab akan membantu, bagaimana orang itu bisa makan atau bertahan hidup.

Ipong menambahkan untuk pencegahan dan penanganan virus corona, Pemkab Ponorogo sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 10,5 miliar. Dana sebesar itu diambilkan dari dana tak terduga dan belanja-belanja lain yang memang tidak prioritas.

“Jadi nanti biaya perjalanan dinas yang tidak prioritas, kami alihkan untuk biaya penanganan Covid-19 ini,” pungkasnya. [end/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar