Politik Pemerintahan

Penanganan Bencana di Kabupaten Mojokerto, TRC di Tingkat Kecamatan Dinilai Penting

Rapat FGD RPB yang digelar BPBD Kabupaten Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto menggelar rapat Focus Grup Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana Daerah (RPB). Hasilnya, pembentukan Tim Reaksi Cepat (TRC) di tingkat kecamatan dinilai penting.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, rapat digelar dengan menghadirkan Direktur Pusat Studi Bencana dan Lingkungan (PSBL) Unitomo, DR Hendro Wardono MSi. “Beliau juga Wakil Ketua IV Ikatan Ahli Bencana Indonesia,” ungkapnya, Rabu (13/11/2019).

Masih kata Zaini, para peserta sendiri yakni Camat se-Kabupaten Mojokerto, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Teknis terkait, Polres Mojokerto, Kodim 0815 Mojokerto, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas dan BBWS Bengawan Solo. Materi yang dibahas yakni penyusunan RPB Kabupaten Mojokerto tahun 2019-2021.

“Dari rapat yang digelar diambil kesimpulan, setiap kabupaten/kota wajib menyusun RPB sesuai amanat Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Bencana adalah bagian dari pembangunan bukan sesuatu yang berada di luar pembangunan,” katanya.

Sehingga, lanjut Zaini, RPB harus menjadi bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Untuk meningkatkan penangganan bencana perlu penyelenggaraan penanggulangan bencana dengan pendekatan berbasis kecamatan.

“Dengan cara antara lain, penyusunan RPB dengan pendekatan berbasis kecamatan, pembentukan TRC di tingkat kecamatan dengan beranggotakan Koramil, Polsek, Linmas, potensi kecamatan/desa lainnya dan perlu diusulkan dukungan anggaran bagi kecamatan untuk penyediaan sarpras dan logistik penanggulangan bencana,” jelasnya.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar