Politik Pemerintahan

Pemuka Umat Kristen Ajak Jemaat Tak Ikut Kerusuhan Pasca Pilpres

Malang (beritajatim.com) – Sejumlah pemuka agama di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, mengimbau agar jemaat tidak terpancing dan ikut-ikutan melakukan aksi yang justru menimbulkan kerusuhan.

Hal itu disampaikan secara terbuka oleh Pendeta Hiskia Sukamdi selaku Ketua Persekutuan Gereja-gereja Lembaga (PGL) di Lawang. Menurut Pendeta Sukamdi, Tokoh Agama Kristen yang tinggql di Argotunggal, Lawang menegaskan, apapun hasil Pilpres yang sudah diputuskan Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta nantinya, wajib ditaati dan diterima tanpa perlu adanya gesekan dan perpecahan.

“Negara Kesatuan Republik Indonesia harga mati. NKRI adalah segalanya bagi seluruh lapisan masyarakat. Jangan justru menjadikan kita terpecah hanya karena berbeda pilihan dalam Pilpres,” ungkap Pendeta Sukamdi, Kamis (13/6/2019).

Rencananya, sidang pendahuluan sengketa perselisihan hasil Pemilu di gelar besok, Jumat (14/6/2019). Putusan sengketa Pemilu akan di lakukan MK pada 28 Juni 2019.

“Jangan sampai ada kerusuhan lagi. Mari kita hormati apapun keputusan MK dengan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” pungkasnya. [yog/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar