Politik Pemerintahan

Pemuda Madura Harus Siap Diri Hadapi Bonus Demografi

Pamekasan (beritajatim.com) – Pulau Madura dinilai memiliki berbagai potensi kuat untuk meningkatkan sektor pembangunan yang akan berlangsung pada beberapa tahun kedepan, khususnya dalalm menghadapi Bonus Demografi.

Hal itu disampaikan Bupati Pamekasan, Badrut Tamam melalui Asisten 1 Bagian Kesejahteraan Masyarakat, Mohammad Tarsun dalam kegiatan Dialog Interaktif bertema ‘Membangun Indonesia dari Madura Menyebut Bonus Demografi’ di Auditorium Institut Agama Islam (IAI) Al-Khairat Pamekasan, Jum’at (28/2/2020).

Dialog Interaktif yang digelar dalam rangka Pekan DEMA tersebut, pihaknya menyampaikan jika keberadaan Pulau Garam memiliki potensi mempuni untuk menyambut bonus demografi. Hanya saja hal itu harus dipersiapkan oleh para generasi penerus.

“Pembangunan Madura untuk menyambut bonus demografi harus dimulai dari pemuda, khususnya adik-adik mahasiswa yang harus mempersiapkan diri dari segala bidang. Tidak kalah penting melalui penguatan sektor pendidikan dan ekonomi sejak dini,” kata Mohammad Tarsun.

Tidak hanya itu, pihaknya menilai potensi Madura juga tidak kalah dengan potensi di berbagai wilayah lain di Indonesia. Hanya saja hal tersebut harus dipoles dengan tepat, salah satunya dengan mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi bonus demografi di masa mendatang.

“Potensi Madura sangat luar biasa dan kami nilai sangat mampu bersaing dengan wilayah lain, baik dari aspek SDM (Sumber Daya Manusia) maupun dari aspek SDA (Sumber Daya Alam). Hanya saja hal itu perlu kita rawat sekaligus kita kembangkan bersama,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Bupati Sumenep, Abuya Busyro Karim, melalui Kepala Bappeda Sumenep, Yayak Nur Wahyidi yang menilai potensi Madura sangat bagus dalam menyambut bonus demografi. “Tidak kalah penting dari itu semua, tentunya harus disiapkan dari bidang pendidikan dan ekonomi,” jelasnya.

“Dari itu, sebagai generasi penerus kita harus segera mempersiapkan diri untuk menyambut bonus demografi. Karena bagaimanapun, keberadaan potensi SDA harus senantiasa didukung dengan kondisi SDM yang berkualitas,” pungkasnya.

Seperti diketahui, dalam program Dialog Interaktif tersebut tercatat sebanyak empat kepala daerah yang diundang untuk menghadiri kegiatan tersebut. Hanya saja terdapat dua perwakilan dari empat kepala daerah yang hadir, yakni perwakilan Bupati Pamekasan dan Sumenep. [pin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar