Politik Pemerintahan

Pemuda dan Mahasiwa Diajak Tingkatkan Optimisme Demi Masa Depan

Pamekasan (beritajatim.com) – Bupati Pamekasan, Badrut Tamam mengajak pemuda maupun mahasiswa untuk membangun rasa optimisme baru dalam menguatkan tugas pokok sebagai agen kontrol (agent control) dan agen perubahan (agent change).

Hal itu disampaikan saat memberikan sambutan dalam kegiatan Lokakarya bertajuk Talkshow Nasional yang digagas Aliansi BEM Arek Lancor Pamekasan di Mandhepa Agung Ronggosukowati, Jl Pamong Praja Nomor 1 Pamekasan, Rabu (5/2/2020) siang.

“Senang dan bahagia sekali rasanya bisa kembali bersama rekan-rekan mahasiswa, hal ini membuat kami kembali merasakan atmosfer mahasiswa. Dunia yang sempat kami jalani beberapa tahun yang lalu,” kata Bupati Pamekasan, Badrut Tamam di hadapan para mahasiswa dan undangan.

Selain itu, kegiatan yang diawali dengan nyanyian khas Mahasiswa era 90-an juga mengingatkan dirinya saat menjadi menjadi mahasiswa. Bahkan bupati muda yang akrab disapa Ra Badrut juga menceritakan seputar paradigma mahasiswa jaman lawas dengan mahahsiwa milenial.

“Lagu-lagu yang dinyayikan tadi itu lahir dari gerakan mahasiswa yang berawal dari beragam diskusi yang biasa dilakukan di sejumlah pojok kampus. Dimana pokok bahasan materi diskusi terbilang variatif, mulai dari aspek ontologi, epistemologi pengetahuan hingga teori ilmu juga dikaji,” ungkapnya.

Seiring waktu, tipekal mahasiswa pun mulai mengalami perubahan pasca reformasi. Tidak hanya dari aspek pemikiran, tetapi juga dari aspek penampilan. “Memasuki era reformasi, mulai ada perubahan dari pola gerakan hingga gaya hidup mahasiswa. Saat itu mereka mulai meninggalkan ‘lagu-lagu ala Iwan Fals’, sehingga lahirlah kelompok pemuda dan mahasiswa dengan gaya hedon dan bahkan cenderung oportunis,” imbuhnya.

“Kondisi seperti ini tentunya menjadi tantangan bagi kita semua khususnya para pemuda dan mahasiswa sebagai generasi penerus, apalagi saat ini hoax dan fitnah merupakan suatu kenyataan yang harus disikapi secara bijaksana. Terutama oleh para pemuda dan mahasiswa sebagai agen kontrol dan perubahan,” jelasnya.

Dari itu pihaknya menyampaikan jika peran pemuda dan mahasiswa sangat diharapkan banyak pihak, tidak terkecuali untuk pembangunan dan perkembangan Madura. “Membangun Madura tidaklah instan dan semudah membalikkan telapak tangan, sekalipun SDA kita sudah melimpah tanpa didukung dengan SDM yang mempuni juga kurang baik,” tegasnya.

“Sekarang pertanyaannya, dimanakah posisi pemuda dan mahasiswa saat ini. Khususnya demi mewujudkan pembangunan dan pengembangan potensi Madura. Sehingga hal itu dibutuhkan optimisme baru yang dapat merubah kita sebagai agen kontrol dan agen perubahan,” sambung Ra Badrut.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menyampaikan ‘gaya loncat’ yang diperagakannya bersama Wakil Bupati Pamekasan, Raja’e pasca dilantik. “Hal itu menandakan jika era yang kita hadapi berbeda dengan era sebelumnya, saat ini harus cepat, inovatif dan profesional. Tentunya juga harus dengan indikator dan target yang jelas,” bebernya.

“Jadi tidak mungkin lahir pemimpin hebat jika tanpa proses yang hebat dan berlangsung instan, sebab sesuatu yang instan dapat dipastikan tidak akan bertahan lama. Dari itu, para pemuda dan mahasiswa harus memiliki optimisme tinggi untuk mewujudkan hal itu, sebab kalian semua merupakan harapan pemimpin masa depan,” pungkasnya. [pin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar