Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Pemprov: Stok Hewan Kurban di Jatim 4,1 Juta Ekor

Surabaya (beritajatim.com) – Perayaan Hari Raya Idul Adha tahun ini bakal terlaksana bersamaan dengan penerapan PPKM Darurat yang berlangsung sejak 3-20 Juli mendatang.

Kendati demikian, penerapan PPKM Darurat dipastikan tidak akan mengganggu proses distribusi hewan kurban antardaerah. Begitupun pelaksanaan penyembelihan hewan kurban tetap diperbolehkan dengan protokol kesehatan secara ketat.

Plh Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono menuturkan, prinsip PPKM Darurat adalah melakukan pembatasan berdasarkan sektor tertentu. Jika termasuk dalam sektor non esensial, maka dipastikan akan terdampak penyekatan. Sementara untuk sektor kritikal, aktivitasnya tetap bisa berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Seperti halnya distribusi logistik bahan pangan merupakan bagian dari sektor kritikal yang tetap bisa melintas, termasuk distribusi hewan kurban saat Hari Raya Idul Adha. “Ada hal-hal yang sifatnya kritikal dan esensial yang tentu akan dipertimbangkan. Termasuk distribusi hewan kurban saat hari raya itu yang juga akan dipertimbangkan. Seperti distribusi beras yang juga tetap bisa melintas,” tutur Heru Tjahjono saat dikonfirmasi.

Heru yang akrab disapa Pak Carik tersebut menegaskan, sesuai arahan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa bahwa prinsip dari penyekatan adalah mengurangi mobilitas orang. Karena penularan Covid-19 itu menular melalui manusia, maka jika pergerakan manusia itu terus tinggi akan dapat terus memicu tingginya angka penularan.

“Kalau tidak disiplin dengan penyekatan, masih ngopa-ngopi di warkop kapan selesainya Covid-19 ini,” tegas mantan Bupati Tulungagung dua periode tersebut.

Plt Kepala Dinas Peternakan Jatim Gunawan Saleh menambahkan, terkait distribusi hewan kurban telah dikoordinasikan bersama Dishub dan pihak Kepolisian agar tetap dapat melintas. Khususnya sapi satu daerah yang akan dikirim ke daerah lain di Jatim.

“Jadi, pengiriman antardaerah dalam Provinsi Jatim, bukan dari provinsi lain. Ini karena di dalam provinsi Jatim sendiri populasi sapi kita sudah surplus banyak sehingga memang tidak diperbolehkan mengambil sapi dari provinsi lain,” ujar Gunawan.

Gunawan yang juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim tersebut merinci, stok hewan kurban di Jatim mencapai lebih dari 4,1 juta ekor. Dengan rincian, sapi 1.077.068 ekor, kambing 2.210.226 ekor dan domba 914.766 ekor.

“Tahun ini kita prediksi ada penurunan pemotongan hewan kurban sekitar 10 persen dari total penyembelihan tahun lalu sebanyak 374.681 ekor. Tahun lalu penyembelihan hewan kurban juga mengalami penurunan sebesar 1 persen,” pungkas Gunawan. (tok/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar