Politik Pemerintahan

Pemprov: Kurang Empat Daerah Belum Usulkan UMK 2020

Surabaya (beritajatim.com) – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Provinsi Jatim, Himawan Estu Bagijo mengatakan, masih ada empat daerah yang belum mengusulkan besaran kenaikan upah minimum kabupaten/kota (UMK) kepada Dewan Pengupahan Provinsi Jatim.

“Sampai hari ini masih kurang empat daerah. Yakni, Bondowoso, Pamekasan, Gresik dan Sidoarjo. Mereka yang sudah mengusulkan ada 34 daerah. Semua mengusulkan normatif yakni kenaikan di angka 8,51 persen. Untuk Kabupaten Pasuruan yang berada di ring satu, ada dua usulan yakni kenaikan 8,51 persen dan 12 persen, sehingga menjadi Rp 4,1 juta dan Rp 4,5 juta,” tutur Himawan kepada beritajatim.com di kantornya, Selasa (12/11/2019).

Dia menegaskan, sebelum tanggal 20 November, semua usulan besaran UMK kabupaten/kota harus sudah masuk ke Dewan Pengupahan Provinsi Jatim melalui Disnakertrans Jatim. “Kami akan rapat Dewan Pengupahan Provinsi pada Rabu (13/11/2019) besok untuk membahas usulan-usulan dewan pengupahan kabupaten/kota. Usulan itu akan disinkronkan dengan regulasi yang ada,” tuturnya.

Dari usulan yang masuk, menurut dia, Surabaya masih menjadi yang tertinggi dengan Rp 4.200.479,19. Sementara usulan terendah Kabupaten Pacitan Rp 1,9 juta.

Sementara itu, pihaknya juga diundang Mendagri RI pada 14 dan 15 November 2019. “Sebagai pembina provinsi dalam rangka penetapan UMK juga akan diberikan instruksi semua bupati/walikota dan gubernur harus menaikkan upah itu sesuai dengan norma yang ada,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, upah minimum kabupaten/kota (UMK) tahun 2020 untuk 38 daerah di Jatim akan ditetapkan Gubernur Jatim paling lambat pada 20 November 2019 dan akan berlaku 1 Januari 2020.

Sedangkan, Upah Minimum Provinsi (UMP) Jatim tahun 2020 telah ditetapkan sebesar Rp 1.768.777,08. Artinya, UMP Jatim mengalami kenaikan sebesar 8,51 persen dibandingkan UMP Jatim tahun 2019 sebesar Rp 1.630.059,05. Besaran kenaikan 8,51 persen ditetapkan pemerintah pusat.

“UMK di daerah ring satu Jatim diprediksi bisa mencapai angka Rp 4 juta lebih. Ini karena ada rumusan kenaikan sebesar 8,51 persen. Paling lambat penetapan UMK se-Jatim pada 20 November 2019. Artinya, dewan pengupahan di tingkat kabupaten/kota harus sudah mulai rapat membahas UMK minggu-minggu ini,” kata Kadisnakertrans Provinsi Jatim, Himawan Estu Bagijo kepada wartawan di kantornya, Kamis (24/10/2019) lalu.

Berdasarkan perhitungan khusus untuk UMK Kota Surabaya tahun 2019, di mana sebesar Rp 3.871.052,61 (kenaikan inflasi ditambah pertumbuhan ekonomi sebesar 8,03 persen dari tahun sebelumnya Rp 3.583.312,61 di tahun 2018).

Untuk UMK tahun 2020, dengan kenaikan inflasi ditambah pertumbuhan ekonomi sebesar 8,51 persen, maka diprediksi UMK Kota Surabaya tahun 2020 sebesar Rp. 4.200.479,19.

Jika menggunakan perhitungan tersebut, maka UMK tahun 2020 untuk daerah ring satu lainnya seperti Kabupaten Gresik diprediksi sebesar Rp 4,197 juta, Kabupaten Sidoarjo diprediksi sebesar Rp 4,193 juta, Kabupaten Pasuruan diprediksi sebesar Rp 4,190 juta dan Kabupaten Mojokerto diprediksi sebesar Rp 4,179 juta. (tok/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar