Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Pemprov Jatim Jalankan ‘Gig Economy’

Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi provinsi pertama yang mencoba menerapkan program ketenagakerjaan ‘gig economy’ atau ‘ekonomi pertunjukan’. Program ini diperuntukkan para wirausahawan dan pekerja lepas di sektor industri kreatif yang belum memiliki jam terbang tinggi.

Istilah ‘gig economy’ mengacu pada bisnis pertunjukan, di mana setiap pekerja seni mendapatkan pekerjaan melalui pertunjukan panggung. Hal yang sama terjadi pada pekerja lepas industri kreatif yang bekerja berdasarkan proyek atau pesanan. Pemprov Jatim akan memfasilitasi ruang bagi mereka untuk bekerja dan berkreasi melalui sinergi dengan pelaku usaha mikro kecil menengah.

Pemprov Jatim ingin mengintgerasikan industri kreatif dan usaha mikro kecil menengah. “Ini penting bukan saja untuk menyerap tenaga kerja, tapi di sisi lain kita harus menciptakan suplai SDM untuk membantu transformasi digital bagi pelaku usaha (mikro kecil menengah),” kata Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, dalam acara Media Gathering Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina yang digelar secara daring, Kamis (24/6/2021).

Pemprov Jatim ingin para pelaku usaha mikro kecil menengah bisa mengakses tenaga -tenaga profesional yang bisa membantu transformasi digital. Saat ini digitalisasi usaha menjadi penting, karena akan meningkatkan daya saing dan membuat UMKM lebih efisien.

Tenaga-tenaga profesional di bidang industri kreatif ini dicetak melalui program Millenial Job Center. Millenial Job Center membantu talenta-talenta yang belum berpengalaman di bidang industri kreatif untuk berkembang. “Kita menambahkan dalam Millenial Job Center kehadiran mentor. Kita mengajak mereka yang sudah punya pengalaman untuk mengabdi kepada merah putih, membantu menempa dan mendidik talenta baru yang juga bisa membantu transformasi pelaku UMKM,” kata Emil.

Menurut Emil, ekosistem menjadi sangat penting. “Saya pernah ke Bojonegoro mengajak pelaku-pelaku industri migas. Ayolah kalau mau membantu anak-anak muda di wilayah sana, beri mereka project. Misalnya video tentang program-program, atau dalam mengintegrasikan usaha membantu UMKM, libatkan talenta-talenta milenial untuk bisa melakukan transformasi dan peningkatan daya saing pelaku UMKM,” katanya. [wir/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar