Politik Pemerintahan

Pemprov Antisipasi Kelompok Anarko Beraksi di Tengah Pandemi Covid-19

Surabaya (beritajatim.com) – Kepala Satpol PP Provinsi Jatim, Budi Santosa yang tergabung dalam Rumpun Promotif dan Preventif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jatim mengaku telah mendengar sinyalemen rencana aksi vandalisme atau penjarahan kelompok Anarko pada 18 April di sejumlah kota di Pulau Jawa.

“Saya tahu adanya kelompok Anarko ini dari informasi di lapangan. Intinya, kami telah melakukan sejumlah langkah antisipasi agar tidak terjadi di Jatim. Kami akan melakukan pendekatan secara persuasif dulu,” tutur Budi Santosa kepada beritajatim.com di kantornya, Senin (13/4/2020).

Sementara itu, dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di zona merah Jatim, seperti Surabaya dan Sidoarjo, Satpol PP Jatim telah melakukan 20 kali penertiban dan patroli dengan melibatkan jajaran TNI/Polri. Patroli ini dilakukan di tempat-tempat keramaian yang masih banyak anak muda nongkrong dan ngopi.

“Kami telah mempelajari konsep sosial agar timbul kesadaran kolektif sejak dini. Kami banyak mendapat masukan dan diskusi dengan sejumlah organisasi mahasiswa serta masyarakat. Kami tetap melakukan upaya physical dan social distancing. Ada banyak elemen kita libatkan, seperti GP Ansor, Banser, GMNI, PMII, elemen buruh KBRS, Fatayat, NU dan lainnya. Kami memberikan edukasi kepada masyarakat melalui tokoh masyarakatnya,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga telah membagikan 5000 masker, sarung tangan dan hand sanitizer ke sejumlah tempat seperti pasar tradisional di zona merah.

“Memang di tengah kota tampak sepi, dan ternyata mereka merangsek ke pinggiran kota. Surabaya kemarin naik drastis 83 kasus positif menjadi 180 kasus positif. Kami juga akan mengajak teman-teman elemen Bonek untuk bisa partisipasi dalam pencegahan corona ini. Di Sidoarjo, wilayah Gedangan dan Waru masih banyak keramaian, kami juga akan ke Penjaringan dan Rungkut. Kami beri motivasi Satpol PP kabupaten/kota agar fokus ke pasar-pasar. Pastikan ada hand sanitizer, wastafel air mengalir, sarung tangan dari plastik dan tas kresek menerima uang pengembalian,” pungkasnya. (tok/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar