Politik Pemerintahan

Pemohon Dispensasi Menikah di Kediri Melonjak, Didominasi karena Hamil di Luar Nikah

Pelayanan di Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Kediri.

Kediri (beritajatim.com) – Pengesahan revisi Undang-undang Perkawinan terkaitan batasan minimal usia menikah berdampak pada peningkatan jumlah pemohon dispensasi menikah. Selama tiga bulan terakhir, Pengadilan Agama Kabupaten Kediri menerima hampir 200 pemohon yang didominasi oleh pasangan hamil di luar nikah.

“Sejak Undang-undang Perkawinan direvisi, jumlah pemohon dispensasi menikah di Pengadilan Agama Kabupaten Kediri meningkat. Ada sejumlah faktor yang melatar belakangi permohonan dispensasi,” kata Munasik, Humas Pengadilan Agama Kabupaten Kediri, Senin (24/2/2020).

Undang undang perkawinan yang disahkan UU Nomor 1 tahun 1974. Dimana, batasan minimal usia menikah 19 tahun bagi laki laki dan perempuan, mulai september lalu. Sementara sebelumnya, usia menikah laki-laki 19 tahun, dan perempuan 16 tahun.

Kenaikan ini mulai terlihat sejak November 2019. Angkanya, tercatat 100 persen lebih. Jika biasanya Pengadilan Agama hanya menerima tak lebih dari 15 pengajuan per bulannya, pada November hingga Januari ini, pihaknya mencatat adanya 181 permohonan.

Munasik menyebut faktor pergaulan bebas yang menyebabkan kehamilan diluar nikah pada remaja di bawah 19 tahun menjadi penyebab dominan. Sisanya faktor pendidikan, ekonomi serta adat yang masih dipegang oleh sebagian masyarakat pedesaan.

Masih kata mantan hakim Pengadilan Agama Kabupaten Blitar itu, tidak semua permohonan itu dikabulkan. Ada beberapa faktor yang menjadi pertimbangan hakim dalam memberikan ijin kawin. Diantaranya kehadiran dan persetujuan dari kedua belah pihak, baik secara pribadi maupun keluarga, serta faktor pertimbangan pada nasib sang jabang bayi.

Terkait fenomena tersebut, munasik berharap orang tua berperan aktif dalam pengawasan terhadap anak . serta memberikan pembekalan ilmu agama.

Terpisah, Arif Mulyono, pengacara spesialis pernikahan asal Kabupaten Kediri mengakui, adanya peningkatan jumlah pemohon dispensasi menikah. Satu kasus permohonan yang ditanganinya dilator belakangi oleh pergaulan bebas yang disebabkan oleh kurangnya kasih saya orang tua kepada anaknya.

“Satu kasus permohonan pernikahan yang baru saja saya tangi, karena si anak yang masih dibawah umur mengalami kehamilan. Anak tersebut kurang mendapatkan perhatian dan pengawasan dari orang tuanya,” terang Arif Mulyono.

Pengacara yang telah mendampingi 1.964 kasus perceraian ini mengimbau, orang tua memberikan kasih sayang yang cukup kepada buah hatinya. Selain itu, ortu harus memberikan pendidikan bekal ilmu agama, agar anak-anaknya dapat membentengi diri dari pergaulan yang salah. [nm/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar