Politik Pemerintahan

Pemkot Surabaya Undang Akun Twitter @Cakasana Datang ke Balai Kota

Patung Suroboyo sebagai ikon Kota Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Kadiskominfo Pemkot Surabaya M. Fikser mengundang pemilik akun Twitter @cakasana untuk datang dan berdiskusi bersama jajaran Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Surabaya. Hal ini terkait dengan cuitannya yang memberikan kritik keras kepada Pemkot Surabaya tentang kebijakan yang diambil selama masa pandemi.

“Kalau memang beliaunya kurang puas atau punya ide, bisa datang langsung ke gugus tugas untuk diskusi bersama kami. Pemikiran Beliau pasti bisa berguna untuk menangani hal ini. IDI Surabaya sudah melakukan koordinnasi dengan baik bersama kami,” kata Fikser.

“Kami menyayangkan kenapa itu disampaikan ke media sosial berpotensi membuat disinformasi. Makanya ini kami luruskan,” tambahnya.

Terkait bantuan APD kepada tenaga medis, Fikser memastikan jika hal itu sudah menjadi perhatian khusus Pemkot Surabaya. “Sebanyak 60 ribu lebih APD telah diberikan merata ke seluruh rumah sakit. tapi apakah itu sampai ke tenaga kesehatan yang bertugas, kami tidak tahu. itu Bu Risma langsung mendistribusikan,” bebernya.

“Pemkot sangat terbuka mekakukan penanangan ini. Kami tidak ingin seperti gunung es. Kami lakukan rapid test massal dan terus menerus itu terbuka soal ini,” pungkas Fikser.

Sebelumnya, sebagai informasi, jagad linimasa sosial media Twitter mendadak heboh, Rabu (27/5/2020) pagi. Hal ini disebabkan oleh akun twitter @cakasana. Akun yang mengaku milik seorang dokter bernama Aditya J. Janottama ini mengkritik buruknya penanganan Covid-19 di Surabaya. [ifw/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar