Politik Pemerintahan

Pemkot Surabaya Target Tingkat Keterisian Kamar Rumah Sakit di Bawah 50 Persen

Surabaya (beritajatim.com) – Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengungkapkan jika Ia bersama jajaran pemerintah kota menarget tingkat keterisian kamar rumah sakit kala pandemi COVID-19 di bawah 50 persen. Saat ini, menurut Whisnu, kondisi di Surabaya telah berangsur membaik.

“Sempat ICU itu di Surabaya 100 persen. Tapi kali ini, untuk keterisian kamar yang biasa per kemarin itu sudah tinggal 73 persen. Terus berkurang. Tadi Bu Kadinkes juga mengungkapkan bahwa target kita bersama adalah di bawah 50 persen. Terus membaik kondisi saat ini,” kata Whisnu Sakti, Kamis (28/1/2021).

Lebih lanjut, Whisnu memastikan jika tingkat kepatuhan masyarakat Surabaya kala PPKM juga terus membaik. “Masyarakat sekarang semakin patuh. Itu juga yang menjadikan kondisi COVID-19 di Kota Surabaya itu terus membaik. Bahkan, keterisian kamar kemarin penuh juga mayoritas banyak yang rujukan dari luar kota,” jelas politisi PDIP itu.

Di sisi lain, Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Eddy Christijanto menyatakan, kewenangan untuk penegakan protokol kesehatan dapat dilakukan semua instansi yang dilibatkan. Hal ini lantaran Kota Surabaya memiliki wilayah cakupan yang luas dan jumlah penduduk yang tergolong besar. Sehingga diharapkan penegakan prokes di Kota Pahlawan bisa berjalan efektif.

“Tujuan utama kita adalah bagaimana memberikan kesadaran kepada masyarakat, mengedukasi kepada masyarakat untuk patuh protokol kesehatan,” kata Eddy.

Di dalam penegakan protokol kesehatan, Eddy menegaskan bahwa tak hanya dapat dilakukan petugas Satpol PP. Namun, jajaran Linmas, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Dinas Perdagangan (Disdag), termasuk pula OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait yang sesuai tupoksinya itu bisa melakukan penegakan protokol kesehatan. “Sepanjang dalam kapasitasnya adalah untuk protokol kesehatan,” kata mantan Kepala BPB dan Linmas Surabaya ini. (ifw/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar