Politik Pemerintahan

Pemkot Surabaya Kaji Dampak Ekonomi PSBB

Ikon Kota Surabaya, patung Sura dan Buaya di depan KBS.

Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan tengah mengkaji beberapa hal sebelum penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Pahlawan. Salah satunya terkait dampak ekonomi yang mungkin terjadi.

Kadis Kominfo Kota Surabaya M. Fikser mengungkapkan jika saat ini pihaknya tengah mengusulkan beberapa kebijakan terkait pendidikan, transportasi dan kesehatan dalam rencana penerapan PSBB tersebut. Meski demikian, Pemkot Surabaya dipastikan bakal tetap mengikuti Peraturan Gubernur Jawa Timur.

“Masukan atau usulan pemkot, pemkab dari pendidikan, transportasi dan kesehatan,” ujar Fikser.

Terkait permasalah ekonomi, Fikser mengaku jika saat ini jajaran Pemkot Surabaya tengah mengkaji potensi kenaikan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Saat ini masih dibahas internal dan detil. Agar tahu tanggung jawab Pemerintah Kota dan tanggung jawab masyarakat. Kami berharap PSBB ini berjalan dengan baik. Saat ini masih proses pembahasan, nanti kami beritahu bagaimana mekanismenya. Pemkot ini ikuti peraturan Gubernur, kemudian proses pengajuan kepada Kementerian Kesehatan ” ujar Fikser.

Di sisi lain, sebagai informasi, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengajukan surat penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke Menteri Kesehatan untuk wilayah Surabaya Raya, meliputi Kota Surabaya, sebagian Sidoarjo dan sebagian Gresik, Senin (20/4/2020). Keputusan tersebut sebagai tindak lanjut hasil Rapat Koordinasi PSBB Wilayah Surabaya Raya di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu (19/4/2020) petang. [ifw/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar