Politik Pemerintahan

Pemkot Surabaya Dinilai Berhasil Jaga Stabilitas Harga Sembako

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendampingi Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia (RI), Muhammad Lutfi mengunjungi Pasar Wonokromo.

Surabaya (beritajatim.com) – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendampingi Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia (RI), Muhammad Lutfi mengunjungi Pasar Wonokromo.

Dalam kunjungannya tersebut, Menteri Perdagangan memastikan harga dan pasokan sembako selama Bulan Suci Ramadan di Kota Pahlawan aman dan stabil.

Setiba di lokasi, rombongan langsung menuju lorong-lorong pasar dan berinteraksi kepada para pedagang. Mulai dari pedagang bawang merah, cabai rawit, gula hingga pedagang ayam dan daging.

Dalam kesempatan itu, Mendag RI Muhammad Lutfi mengatakan, setelah berkeliling Sumatera dan Jawa, dia memastikan harga sembako di Pasar Wonokromo merupakan harga terbaik. Selain itu, ia menyebut harga sembako di Kota Surabaya relatif stabil dan aman. Bahkan, Muhammad Lutfi juga menemukan beberapa komoditi yang mengalami penurunan harga.

“Harga cabe rawit merah turun menjadi Rp 60 ribu, lalu harga gula di sini Rp 12.500 ribu. Saya lihat juga minyak goreng relatif stabil. Saya sudah keliling Sumatera dan Jawa, harga di Pasar Wonokromo adalah harga yang terbaik. kata Muhammad Lutfi.

Melihat harga sembako relatif stabil, Muhammad Lutfi ini pun mengucapkan selamat kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, khususnya Pemkot Surabaya. Dia menegaskan bahwa harga sembako di Kota Pahlawan, dinilai terpantau baik, stabil dan terjangkau. Tidak hanya itu,  dia pun menyebut harga sembako di Surabaya merupakan harga terbaik se-Indonesia.

“Misalnya harga ayam, di wilayah lain masih terbilang sekitar Rp 40 ribu, namun di sini harganya masih sekitar Rp 36 – 37 ribu. Saya menganggap harga yang paling baik disini se-Indonesia. Ini salah satu cara memastikan konsumsi berjalan dengan baik dalam menggerakan roda perekonomian nasional,” ungkaop dia.

Senada dengan itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, upaya Pemkot Surabaya dalam mengendalikan harga tersebut terus dipertahankan. Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) ini pun mengurai, dengan menjaga harga pasokan dari hulunya maka harga dapat dikendalikan dengan baik. Apalagi, Cak Eri memastikan terus bersinergi dengan Pemprov Jatim untuk mendapatkan pasokan dengan harga terbaik.

“Kami selalu berkomunikasi dengan Pemrov Jatim kepada penghasil bawang merah dari Banyuwangi dan Kediri. Nah hal-hal seperti itu yang harus kita jaga dengan baik, jangan sampai ada kendala. Sehingga barang dipastikan tetap ada dan harganya tidak melonjak,” ungkap dia.

Di samping itu, orang nomor satu di Kota Pahlawan tersebut, menambahkan pihaknya bersama dengan Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surabaya menggelar operasi pasar setiap hari selama Bulan Ramadan. Hal itu juga menjadi penting dilakukan Pemkot Surabaya, agar harga sembako stabil dan dapat dinikmati langsung oleh masyarakat.

“Namun tidak berarti hanya mengandalkan operasi pasar saja ya. Tetapi memastikan bagaimana harga dari hulu hingga ke tangan pembeli tetap terjaga dengan baik. Ini yang kita pertahankan, Fainsyallah stok pangan di Kota Pahlawan aman dan harganya pun juga aman,” pungkas nya.(ifw/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar