Politik Pemerintahan

Pemkot Mojokerto Salurkan 1.262 Kartu Keluarga Sejahtera Bagi Terdampak Covid

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat menyalurkan Kartu Keluarga Sejahtera. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pandemi Covid-19 di berbagai daerah terus meningkat setiap harinya menimbulkan banyak kerugian, tak terkecuali kerugian material yang berimbas pada aspek ekonomi. Terutama pada kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto bergerak cepat.

Yakni dengan menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai yang diberikan dalam bentuk Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Data Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mojokerto, bantuan kartu keluarga sejahtera merupakan program perluasan bagi penerima yang belum mendapatkan bantuan sembako dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Dimana, keluarga penerima manfaat (KPM) yang berjumlah 4.469, saat ini mendapatkan penambahan sebanyak 2.081. Bantuan tersebut, akan diterima oleh masyarakat mulai bulan April hingga Desember 2020 mendatang. Masing-masing warga terdampak Covid-19 akan mendapatkan Rp300 ribu setiap bulan.

“Bantuan ini senilai Rp300 ribu. Dengan rincian, Rp200 ribu dari Kementerian Sosial, dan Rp100 ribu dari Pemerintah Provinsi Jatim. Untuk bantuan dari pusat akan diterima oleh masyarakat selama sembilan bulan, sejak bulan ini,” ungkap Wali Kota Mojokerto, Jumat (8/5/2020).

Sedangkan dari provinsi, hanya diberikan selama tiga bulan. Sehingga setiap bulannya warga terdampak Covid-19 dapat mencairkan ke e-Warong sesuai dengan yang telah ditentukan. Dari kuota 2.081, yang baru mendapatkan kartu sebanyak 1.262.

Selain penerima bantuan program KKS, hari ini Ning Ita (panggilan akrab, red) juga menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kantor Pos kepada 11.556 penerima. Bantuan sebesar Rp600 ribu tersebut akan disalurkan oleh pemerintah daerah selama tiga bulan terhitung mulai bulan April 2020.

Bantuan-bantuan ini, merupakan upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan bagi warga terdampak Covid-19. Menyusul segera bantuan sosial dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebanyak 5.000 KK sebesar Rp200 ribu yang baru saja selesai dilakukan verifikasi data.

Perlu diketahui, Pemkot Mojokerto juga menyiapkan jaring pengaman sosial bagi warga terdampak Covid-19, yang mulai diberikan sejak 15-30 April. Ada 600 tukang becak, 300 disabilitas, 369 anak yatim non panti, 1.264 lansia kurang mampu dan 6.458 keluarga pra-sejahtera yang mendapatkannya.

Anggaran bantuan tersebut, bersumber dari Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBN) serta anggaran dari pemerintah pusat. Sebanyak 5.500 paket sembako bagi masyarakat terdampak yang tidak mendapat bantuan ataupun yang baru mendapatkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Dimana saat ini data sedang dalam proses verifikasi. Adapun dalam tahun 2020 total bantuan sosial berdasarkan data pada bulan April hingga Mei 2020 adalah sebesar Rp56.548.220.000 bagi kurang lebih 28.606 KK.[tin/adv]





Apa Reaksi Anda?

Komentar