Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Wadahi Wirausaha Baru

Pemkot Mojokerto Ciptakan Program Satu Kelurahan Satu Pujasera

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat memberikan pembekalan berupa Inkubasi Wirausaha pada Bidang Minuman Kopi dan Coklat di Rest Area Gunung Gedangan. [Foto; istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Tahun 2022 mendatang, Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto akan membuat program Satu Pujasera Satu Kelurahan. Untuk itu, pelatihan dan pembekalan kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19 terus dilakukan dengan tujuan agar mendapatkan fasilitas sesuai dengan spesifikasi yang diperoleh.

Program Satu Pujasera Satu Kelurahan tersebut untuk mewadahi para wirausaha baru di Kota Mojokerto yang telah mengikuti pelatihan atau inkubasi.

Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat memberikan pembekalan berupa Inkubasi Wirausaha pada Bidang Minuman Kopi dan Coklat di Rest Area Gunung Gedangan, Selasa (21/9/2021).

Inkubasi Wirausaha pada Bidang Minuman Kopi dan Coklat tersebut digelar Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoukmperindag) Kota Mojokerto. Kegiatan yang dibagi menjadi dua gelombang ini, diikuti oleh 122 peserta dengan protokol kesehatan secara ketat.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat memberikan pembekalan berupa Inkubasi Wirausaha pada Bidang Minuman Kopi dan Coklat di Rest Area Gunung Gedangan. [Foto; istimewa]

Dimana, tahun ini berbagai pelatihan dan pembekalan terus digenjot oleh Pemkot Mojokerto untuk melahirkan para wirausaha baru sesuai dengan kemampuan atau skill. Tahun ini, wirausaha baru yang mengikuti pelatihan sebanyak 5.600 orang. Dengan rincian, 4.300 dibawah binaan Diskoukmperindag dan 1.300 dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, selain pelatihan, pembekalan, pendamping dan permodalan, pemerintah daerah juga akan memberikan fasilitas sesuai dengan spesifikasi. “Tahun depan pemerintah daerah akan membuat program Satu Kelurahan Satu Pujasera untuk mewadahi seluruh wirausaha baru yang mengikuti inkubasi atau pelatihan,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, lanjut Ning Ita (sapaan akrab, red), para wirausaha baru akan diberikan bantuan pengembang usaha bagi mereka yang masih konsisten. Dimana, hasil dari produk-produk para wirausaha baru ini nantinya akan disalurkan melalui pujasera atau pasar modern sesuai dengan spesifikasinya.

“Fasilitas ini, tidak hanya untuk wirausaha baru yang mengikuti pelatihan atau inkubasi melalui Diskoukmperindag. Namun, juga bagi wirausaha baru yang mengikuti pelatihan dibawah binaan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian,” katanya. [tin/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar