Politik Pemerintahan

Bersama Baznas

Pemkot Mojokerto Bersinergi Tingkatkan Kesejahteraan Lansia

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat menyerahkan bantuan kursi roda ke lansia yang sakit. [Foto: istimewa]

Mojokerto (Beritajatim.com) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Mojokerto mempunyai terobosan baru untuk menyalurkan zakat, infaq dan sedekah. Yaitu dengan memberikan alat kesehatan seperti kursi roda bagi warga Kota Mojokerto yang membutuhkan.

Penyerahan kursi roda tersebut juga dalam rangka memperingati Hari Lansia yang jatuh pada  29 Mei lalu. Kursi roda diserahkan secara langsung oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari bersama Ketua Baznas Dwi Hariadi dan Kabag Kesra Setda Kota Mojokerto Choirul Anwar.

Wali kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, kursi roda diserahkan secara langsung ke rumah-rumah penerima. “Khusus untuk hari ini, kami serahkan bantuan berupa kursi roda bagi lansia yang sakit dan tidak bisa berjalan, namun nanti akan ada rentetan kegiatan lanjutan,” ungkapnya, Jumat (4/5/2021).

Di antaranya, penyerahan Kartu Senyum yang merupakan bantuan biaya hidup bagi lansia untuk meningkatkan kesejahteraan lansia di Kota Mojokerto. Kartu Senyum merupakan hasil sinergi antara Pemkot Mojokerto dengan Baznas Kota Mojokerto dengan pengalokasian dana ZIS (zakat, infaq, sedekah).

“Kami dari Pemkot sudah mengalokasikan melalui APBD, namun nilainya tidak besar. Hanya untuk kebutuhan bahan pokok saja, maka dari itu kita bersinergi dengan Baznas sebagai pengelola ZIS. Ke depan Baznas Kota Mojokerto juga akan memberikan layanan Home Care,” katanya.

Masih kata Ning Ita (sapaan akrab, red), kebetulan para penerima kursi roda adalah penderita stroke dan salah satu pengobatannya adalah diberikan fisioterapi. Kepada para penerima bantuan dan keluarganya, Ning Ita berpesan agar selalu bersabar dalam menghadapi masalah karena masalah merupakan cobaan yang selalu ada dalam kehidupan.

Usai menyerahkan kursi roda, Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini meninjau pelaksanaan vaksinasi untuk penyandang disabilitas di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Mojokerto. Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita juga menyempatkan diri berbincang-bincang dengan para penerima vaksin ini.

Para penyandang disabilitas juga memiliki hak yang sama dalam segala aspek. Bahkan para penyandang disabilitas juga mampu mengharumkan Kota Mojokerto sebagaimana yang dilakukan oleh para atlet paralimpic Kota Mojokerto dalam Pekan Paralmpic Provinsi Jawa Timur beberapa waktu yang lalu. [tin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar