Politik Pemerintahan

Pemkot Malang Waspada Mutasi Covid-19 India Masuk Indonesia

Wali Kota Sutiaji dan Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata di Apel Kesiapan Pengamanan Larangan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

Malang (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Malang mengingatkan warganya untuk terus menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dengan ketat. Apalagi, pemerintah pusat telah mengkonfirmasi temuan kasus baru mutasi Covid-19 dari India telah masuk ke Indonesia.

“Ini ada kejadian luar biasa di India. Per 4 detik itu ada aja orang meninggal karena mutasi virus baru Covid-19 itu. Oleh karena itu kenapa ada adendum larangan mudik, karena kita tidak mau lagi kecolongan dan tidak main-main untuk mengatasinya,” ujar Wali Kota Malang, Sutiaji, Selasa (27/4/2021).

Sutiaji mengatakan, di tengah langkah mereka membuka kembali sejumlah kegiatan seperti ibadah dan sekolah. Masyarakat harus terus disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Agar penularan dan penyebarannya tetap dapat terkontrol.

“Kota Malang sekarang sedikit kami buka krannya, seperti sekolah tatap muka. Saya minta untuk semua bisa terus menjaga kedisiplinannya. Kita bisa berusaha semaksimal mungkin untuk prokes ya. Religi kita kuatkan dan upaya-upaya secara nyata harus kita lakukan juga. Jadi ini kita jalankan bersama dan bisa saling mengingatkan,” ujar Sutiaji.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif mengungkapkan, bahwa kasus harian Covid-19 masih fluktuatif. Seperti pada 25 April tercatat ada 2 kasus Covid-19, sebelumnya ada 12 kasus Covid-19 yang masuk data Dinkes Kota Malang.

“Angka kematian masih tinggi antara 9,1 persen angka kematiannya, dari total yang terpapar dan total yang meninggal, itu angka kematian kita. Untuk itu prokes harus tetap jalan. Karena bagaimanapun juga, Covid-19 menular, menyebar, dan terpapar kalau terjadi pergerakan dan pertemuan satu dengan yang lain,” tandas Husnul. [luc/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar