Politik Pemerintahan

Pemkot Malang Terapkan e-Parking Sensor Hindari Kontak Bodi

Wali Kota Malang, Sutiaji mencoba e-parking atau elektronik parkir di halaman Stadion Gajayana, Kota Malang.

Malang(beritajatim.com) – Pemerintah Kota Malang, meresmikan parkir elektronik atau e-parking di Komplek Stadion Gajayana, Kota Malang, Senin (4/1/2021). E-parking yang dipasang menggunakan sistem sensor tangan. Sehingga meminimalisir kontak bodi pelanggan saat menekan tombol karcis.

Kepala Dishub Kota Malang, Handi Priyanto mengatakan, pelanggan hanya perlu melakukan scan tangan. E-parking di Komplek Stadion Gajayana terpasang pada Desember 2020 lalu. Namun, baru dioperasikan pada 4 Januari 2021 karena masih dalam persiapan. Perbaruhan sistem ini untuk memperbaiki tata kelola parking di Kota Malang.

“Pelanggan tidak perlu menyentuh tombol, hanya perlu scan tangan saja untuk mendapatkan karcis parkir. E-parking ini kami berikan kepada tukang parkir yang akan mengelola,” kata Handi, Senin, (4/1/2021).

Handi mengatakan, setelah penerapan e-parking dengan sensor tangan. Dishub Kota Malang dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan Bank Jatim dan BPKAD untuk menerapkan e-money agar meminimalisir kontak fisik.

“Dalam waktu dekat, kami akan berkoordinasi dengan Bank Jatim dan BPKAD untuk menerapkan e-money dan meminimalisir perputaran uang secara fisik. Kemudian, akan dikoneksikan dengan server Dishub. Sehingga, transparansi pendapatan e-parking bisa berjalan dengan baik,” ujar Handi.

Setelah komplek Stadion Gajayana, akan ada empat titik lagi di lingkungan Pemkot Malang yang akan menerapkan e-parking. Diantaranya, komplek Block Office atau kantor bersama dan Gedung PKK sedangkan dua tempat lainnya masuk dalam anggaran di APBD Induk 2021.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengungkapkan, potensi pendapatan parkir di Kota Malang selama setahun mencapai Rp250 Miliar. Namun, yang masuk ke kas daerah hanya Rp10 Miliar. Untuk itu, tahun ini, pendapatan parkir ditargetkan sebesar Rp12,5 Miliar.

“Target, kami, di tahun 2023, bisa mencapai Rp 1,5 Triliun. Tapi, kami optimis bisa capai target tahun 2022. Kalau pakai parkir manual, satu hari bisa mendapat Rp20 Juta. Nanti, setelah sistemnya berjalan, akan kelihatan potensi pendapatannya seberapa, berubah atau tidak dan akan dievaluasi,” tandas Sutiaji. (Luc/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar