Politik Pemerintahan

Pemkot Malang Jamin Pipa Baru PUPR Bisa Aliri Warga Sampai 50 Tahun

Walikota Malang Sutiaji.

Malang (beritajatim.com) – Seabnyak 26 ribu lebih warga Kota Malang menjadi korban mampetnya aliran air PDAM Kota Malang. Penyebabnya adalah, pecahnya pipa transmisi berdiameter 500 milimeter milik PDAM Kota Malang di Tumpang, Kabupaten Malang, pada Jumat, (10/1/2020).

Sejak enam hari itulah puluhan ribu warga Kota Malang di Kecamatan Kedungkandang dan Kecamatan Sukun tak teraliri air bersih. Mereka terpaksa mengandalkan distribusi air yang disediakan oleh Pemkot Malang. Jumlahnya memang puluhan, namun sebagai pelanggan PDAM banyak warga yang mengeluh karena harus mengantre air.

Wali Kota Malang Sutiaji pun mengaku telah melakukan sejumlah perbaikan. Dia melakukan pemutakhiran data, bahwa dari 26 ribu kini tinggal 10 ribu warga saja yang belum teraliri air. Mayoritas warga ini tinggal di kawasan Buring Atas atau di daerah ketinggian.

Sebagai solusi, PDAM Kota Malang mengoptimalkan sejumlah sumber air di beberapa titik. PDAM melakukan pengeboran dan melakukan pompa sehingga 16 ribu dari 26 ribu warga terdampak kembali mendapat aliran air.

“Solusinya maka kami akan manfaatkan sumur bor yang kurang pompa akan kita tambah dan airnya kita ambil. Kurang lebih nanti bila beroperasi maksimal akan mampu mencukupi sampai 30 ribuan warga,” kata Sutiaji, Rabu, (15/1/2020).

Solusi lain yang dilakukan Pemkot Malang adalah meminta bantuan pipa baru ke Kementerian PUPR. Sebab, penyebab pipa yang terpasang ini memiliki debit air sebesar 10 bar sedangkan debit air yang masuk 12,67 bar. Sehingga karena beban yang terlalu besar pipa akhirnya pecah.

Sutiaji mengungkapkan, bahwa hasil pertemuan dengan Kepala Pusat Air Tanah dan Air Baku, Dirjen sumber Daya Air Kementerian PUPR di Kantor PDAM Kota Malang, telah disepakati rakor lanjutan dengan menteri PUPR. Rakor ini dilakukan untuk membahas dana bantuan pemerintah pusat sebesar Rp35 miliar dalam perbaikan pipa.

“Kita ini pakai sistem gravitasi, ketika tekanan besar diatas maka dibawah tidak bisa menampung. Makanya pipa baru ini nantinya bisa menampung debit air sampai 20 bar, dan bisa digunakan sampai 50 tahun kedepan. Ini adalah musibah kami mohon maaf ke pelanggan,” tandasnya. [luc/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar