Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Pemkot Malang dan TNI Mulai Pindahkan Pasien Isoman ke Tempat Isoter

Apel gelar pasukan bersama forkopimda Malang Raya sebelum memindahkan pasien isoman ke isoter.

Malang(beritajatim.com) – Pemerintah Kota Malang bersama Korem 083/Baladhika Jaya mulai memindahkan pasien Isolasi Mandiri (Isoman) ke tempat Isolasi Terpusat (Isoter). Di Kota Malang sejauh ini sebanyak 200 pasien mulai berpindah ke tempat Isoter.

“130 pasien kita tempatkan di isoter sedangkan sisanya di rumah sakit lapangan. Saat ini memang BOR di rumah sakit lapangan sedang mencukupi untuk menampung pasien,” kata Wali Kota Malang, Sutiaji.

Sutiaji menuturkan pemindahan Isoman ke Isoter sendiri dilakukan demi mengurangi resiko penyebaran Covid 19. Selain itu, mereka juga mendapat instruksi dari Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan saat meninjau pelaksanaan PPKM Level 4 di wilayah Malang Raya. Luhut memerintahkan dalam waktu 2 minggu Pemkot Malang harus segera memindahkan pasien isoman ke isoter.

“Kami akan melaksanaan pemindahan pasien isoman ke isoter secara persuasif dengan komunikasi yang baik, yang paling penting harus dapat meyakinkan mereka bahwa berada di Isoter itu lebih baik dari pada isoman seperti arahan dari bapak Danrem tadi,” ujar Sutiaji.

Sementara itu, Komandan Korem 083 Baladhika Jaya Kolonel Inf Irwan Subekti mengungkapkan, kendala yang mereka alami dalam memindahkan pasien adalah meyakinkan jika tempat isoter representatif. Seperti, ketersediaan tenaga medis dan fasilitas medis lainnya ketimbang berada di rumah.

“Kemudian mohon masyarakat, untuk membantu melaksanakan kelancaran proses pemindahan itu sendiri. Karena dalam melaksanakan pemindahan ada mengalami beberapa kendala. Masyarakat yang terkonfirmasi positif belum yakin kalau dipindah ke Isoter mengalami perbaikan medis begitu juga dengan penyiapan sarana dan prasarana di Isoter,” imbuh Irwan.

Alasan lainnya mereka khawatir jika pasien isoman dibiarkan menjalani perawatan di rumah bisa menularkan virus ke anggota keluarga lainnya. Untuk itu demi mengurangi resiko penyebaran pasien isoman dipindah ke isoter.

“Mohon yang isoman bahwa ada kerawanan tinggi jika tetap dirawat dengan isoman. Pertama, terhadap dirinya sendiri. Untuk pasien isoman tenaga medis dan obat-obatan masih diragukan. Tetapi apabila isoter sudah disiapkan tenaga medis setiap saat melihat gejala apa saja dan bisa menyelamatkan pasien ini,” tandas Irwan. (Luc/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar