Politik Pemerintahan

Pemkot Malang Buat Aplikasi Cegah Penyakit Hewan Pertama di Jatim

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang resmi menyerahkan aplikasi Rekam Medis Veteriner (Redivet) kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang.

Malang(beritajatim.com) – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang resmi menyerahkan aplikasi Rekam Medis Veteriner (Redivet) kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang. Aplikasi ini berfungsi untuk pendataan pasien dan pencatatan rekam medis pasien di pusat kesehatan hewan (Puskeswan).

“Adanya aplikasi Redivet ini sangat membantu, terutama untuk pendataan pasien dan pencatatan rekam medis pasien di pusat kesehatan hewan (Puskeswan). Karena selama ini rekam medis pasien masih menggunakan dokumen fisik,” kata Kepala Diskominfo Kota Malang, Muhammad Nur Widianto, Senin, (21/6/2021).

Aplikasi Redivet ini, diklaim aplikasi yang pertama kali di tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Aplikasi Redivet ini dapat digunakan untuk melihat tren persebaran penyakit yang menyerang hewan terutama hewan peliharaan masyarakat Kota Malang.

Plt. Kepala Dispangtan Kota Malang, Sri Winarni, mengatakan, aplikasi ini berfungsi untuk mengetahui data penyakit hewan dari pemeriksaan di tempat praktek dokter-dokter hewan yang ada di Kota Malang. Namun penggunaan aplikasi Redivet saat ini diawali terbatas hanya di pusat kesehatan hewan (Puskeswan).

“Harapannya aplikasi Redivet ke depannya dapat dikembangkan untuk digunakan oleh umum. Sehingga masyarakat dapat ikut andil menggunakan aplikasi Redivet ini, terutama pengaduan masyarakat terkait penyakit yang diderita hewan peliharaan dan atau hewan ternak,” tutur Sri Winarni.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan bahwa, perangkat daerah di Kota Malang tidak boleh membangun aplikasi sendiri-sendiri. Menurutnya, aplikasi yang akan dibangun harus disampaikan kepada Diskominfo Kota Malang terlebih dahulu. Menurutnya, hal ini bagian dari langkah integrasi (aplikasi), sekaligus efisiensi anggaran.

“Saya sudah perintahkan perangkat daerah, tidak boleh membangun aplikasi sendiri-sendiri melalui jasa vendor. Serahkan kepada Diskominfo Kota Malang. Maka saya apresiasi dengan telah terbangunnya aplikasi Redivet ini,” tandasnya. (luc/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar