Politik Pemerintahan

Pemkot Malang Anggap Pemberlakuan Jam Malam Belum Saatnya

Wali Kota Malang, Sutiaji.

Malang(beritajatim.com) – Pemerintah Kota Malang belum memutuskan untuk menerapkan jam malam saat memasuki masa penebalan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang mulai berlaku pada 22 Juni sampai 5 Juli. Sesuai keputusan pemerintah yang disampaikan Menteri Koordinator bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto.

Wali Kota Malang, Sutiaji menilai zona merah ada dua versi PPKM dari Kemendagri dan juga Kemenkes. Sementara untuk zona merah pada tingkat PPKM Mikro tingkat RT/RW yang mengetahui secara rinci adalah pemerintah daerah. Dia menganggap Kota Malang belum saatnya melakukan jam malam.

“Kalau dari Kemendagri lebih lokalisir, ini titiknya zona merah di lokalisir. Yang mengerti perkembangan di masing-masing daerah. Di kami saya kira belum waktunya kami membuat jam malam,” ujar Sutiaji, Rabu, (23/6/2021).

Sesuai arahan pemerintah pusat kegiatan di pusat perbelanjaan, mal atau pasar, dan pusat perdagangan, jam operasional maksimal sampai pukul 20.00 dan pembatasan pengunjung paling banyak 25 persen dari kapasitas.

Sutiaji mengungkapkan, menyikapi situasi seperti saat ini. Langkah yang akan diambil oleh Pemkot Malang adalah meningkatkan kembali operasi gabungan dengan TNI/Polri. Lalu kembali memaksimalkan peran posko PPKM Mikro di RT/RW masing-masing.

“Kami akan membuat operasi gabungan dengan semua lintas dan kami akan ambil sampling untuk swab. Masyarakat harus disiplin. PPKM mikro itu salah satu alat saja. Intinya adalah disiplin masyarakat, karena disiplin itu adalah vaksin utama, sebelum ada vaksin yang saat ini diinjeksikan kepada tubuh kita,” tandasnya. (luc/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar