Politik Pemerintahan

Pemkab Tuban Terapkan Bahasa Jawa di Kantor Pemerintahan, Ini Jadwalnya

Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky saat berada di halaman Pemkab Tuban.[foto: M Muthohar]

Tuban (beritajatim.com) – Sebagai salah satu upaya untuk menjaga kearifan lokal, Pemerintah Kabupaten Tuban (Pemkab Tuban) mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait penggunaan Bahasa Jawa di setiap lingkungan kantor-kantor pemerintah, kantor desa dan juga dunia pendidikan yang ada di Kabupaten Tuban, Kamis (8/7/2021).

Pemberlakuan penggunaan Basa Jawa di lingkungan perkantoran tersebut dijadwalkan satu bulan sekali yakni pada hari Rabu minggu kedua setiap bulannya.

Yang mana untuk Surat Edaran tersebut ditanda tangani Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban dengan nomor 421/3910/414.042/2021 tertanggal 6 Juni 2021.

Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky saat dikonfirmasi menyatakan bahwa tujuan dari penggunaan Basa Jawa di kantor-kantor pemerintahan hingga sekolah itu adalah untuk melestarikan nilai-nilai kearifan lokal. Dengan penggunaan Basa Jawa itu diharapkan dapat melestarikan adat dan budaya, khususnya di Kabupaten Tuban.

“Tujuannya untuk melestarikan kearifan lokal. Ini sebagai wujud identitas masyarakat Kabupaten Tuban yang berbudaya,” ungkap Aditya Halindra Faridzky, Bupati Tuban saat dikonfirmasi terkait penerapan Surat Edaran (SE) penggunaan basa jawa itu.

Penerapan penggunaan Bahasa Jawa di kantor-kantor pemerintahan dilakukan saat kegiatan rapat tatap muka maupun virtual, penerimaan tamu, dan kegiatan lainnya. Dalam menggunakan Bahasa Jawa tetap memperhatikan estetika tata bahasa, unggah-ungguh bahasa ketika melaksanakan pekerjaan.

Mengacu pada SE tersebut diinstruksikan pula kepada Camat untuk menindaklanjuti dengan edaran ke Lurah dan Kepala Desa. Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Tuban diminta segera menginformasikan perihal edaran tersebut ke satuan pendidikan di bawahnya.

“Ini sifatnya wajib baik bagi ASN maupun non PNS agar komunikasi di lingkup OPD menggunakan bahasa Jawa, pada Rabu, minggu kedua awal bulan. Camat juga harus menindaklanjuti dengan memberikan edaran ke lurah atau kepala desa,” lanjut Bupati Muda tersebut.

Sementara itu, sesuai dalam surat edaran, penggunaan bahasa Jawa dan tata krama di lingkungan sekolah dilakukan saat pembelajaran maupun di luar pembelajaran. Tidak hanya itu, siswa membiasakan perilaku yang baik sesuai budaya jawa seperti menundukkan badan ketika berjalan melewati guru atau orang tua yang ada di sekolah.

Guru dan pegawai diharuskan memberi tauladan kaitannya penggunaan bahasa Jawa dan perilaku luhur Jawa sesuai unggah ungguh. Tujuannya, siswa dapat memahaminya secara lebih menyeluruh penggunaan bahasa dan tata krama Jawa secara aplikatif.

Selain pengunaan bahasa dan tata krama, Pemkab Tuban berupaya melestarikan kearifan lokal dan kebudayaan Jawa di Kabupaten Tuban. Sejumlah hasil budaya seperti batik, tari, dan kesenian lainnya, serta potensi di tiap desa akan dioptimalkan.[mut/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar