Politik Pemerintahan

Pemkab Sumenep Belajar Regulasi Penyerapan Beras oleh ASN di Lamongan

Pemkab Sumenep saat berkunjung dan belajar tentang regulasi penyerapan beras oleh ASN di Pemkab Lamongan.

Lamongan (beritajatim.com) – Sebagai Kabupaten yang mendapat predikat lumbung padi terbesar di Jawa Timur, Lamongan terus berupaya untuk menstabilkan harga jual dan memperbaiki taraf hidup petaninya.

Oleh karena itu, sejak tahun 2017, Pemerintah Kabupaten Lamongan telah mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menerima Tambahan Perbaikan Penghasilan (TPP) untuk membeli beras sejumlah 10 kilogram.

Bahkan, hal itu juga dituangkan dalam Peraturan Bupati, bahwa besaran TPP yang diterima oleh ASN Kabupaten Lamongan setiap bulannya termasuk mendapat beras sejumlah 10 kilogram itu didistribusikan oleh Perusahaan Daerah Aneka Usaha Lamongan Jaya.

“Berbagai upaya kita lakukan untuk menstabilkan harga beras dan memperbaiki taraf hidup petani di Lamongan, salah satunya dengan membeli beras oleh ASN,” ungkap Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat menerima rombongan study tiru Pemerintah Kabupaten Sumenep, di Ruang Pertemuan Airlangga, Gedung Pemkab Lamongan, Jumat (3/9/2021).

Dalam proses penyerapan beras, pria yang akrab disapa Bupati YES tersebut menjelaskan, bahwa Pemkab Lamongan telah bekerjasama dengan 10 lumbung atau kelompok tani sebagai pemasok yang telah menjadi binaan dari Dinas Ketahanan Pangan.

Mengenai penyerapannya, Sekretaris Daerah Lamongan, Moh Nalikan yang turut mendampingi Bupati YES dalam kegiatan ini menyampaikan, bahwa ketika musim kemarau tiba, diketahui harga beras pun naik, namun di tinggkat ASN tetap stabil. Sebaliknya, ketika harga beras jatuh, ASN tetap membeli dengan harga standar.

“Secara teknis, Tim yang beranggotakan Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bagian Perekonomian dan Dinas Tanaman Pangan, Pertanian dan Holtikultura melakukan survey harga terlebih dahulu, kemudian mengevaluasinya 3 bulan sekali. Sehingga ASN juga puas dengan kualitas, harganya pun tetap stabil tiap bulannya,” jelas Nalikan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep, Edy Rasiyadi, yang juga ketua rombongan dari Kabupaten Sumenep mengungkapkan, bahwa maksud dan tujuan dari kunjungan kerjanya (kunker) dalam study tiru kali ini adalah ingin mempelajari bagaimana Pemkab Lamongan ini dapat menerapkan regulasi penyerapan beras oleh ASN.

“Melalui study tiru kali ini, dimaksudkan supaya optimalisasi kehidupan petani di Kabupaten Sumenep yang sebagaimana diketahui juga bisa mengalami surplus produksi padi seperti halnya yang ada di Kabupaten Lamongan,” kata Edy.

Adapun dari Kabupaten Sumenep yang datang dan hadir dalam kegiatan study tiru ini di antaranya Inspektur, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Kepala Bagian Organisasi, dan Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Sumenep.[riq/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar