Politik Pemerintahan

Pemkab Sidoarjo Ambil Sample Air Sungai Sumput

Sidoarjo (beritajatim.com) – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Sidoarjo, H. Nur Ahmad Saifuddin bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) setempat, Sigit Setyawan serta DLHK Provinsi Jatim, Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Surabaya mengambil sample air di sungai DAM Sumput yang sebelumnya terlihat mengeluarkan busa gelembung, Minggu (19/1/2020).

Kini, gelembung busa sudah tidak muncul lagi di aliran sungai DAM Sumput Sidoarjo. Pihak BBTKLPP Surabaya melakukan pengambilan sampel air sungai, untuk mengecek kadar Power of Hydrogen (PH) air, kandungan bahan berbahaya dan beracun (B3) dalam air serta 32 parameter kandungan pada peraturan Pergub.

Baca Juga:

    Hal ini untuk menelusuri pemicu timbulnya busa yang membuat resah warga Kabupaten Sidoarjo. Sampel air itu, nantinya akan diteliti, dan hasilnya baru diketahui sekitar 14 hari kedepan.

    “Menindak lanjuti keresahan warga, kita cek kandungan air Sungai DAM Sumput Sidoarjo melalui uji lab. Ini untuk melihat PH nya berapa, ada zat-zat berbahaya atau tidak. Tidak lama mungkin 14 hari hasil uji lab bisa keluar itu dari sisi kimianya,” kata Siska, dari BBTKLPP Surabaya .

    Sementara itu, Plt Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Saifuddin, menjelaskan, berdasarkan hasil pengamatan petugas DLHK, kondisi air sungai sebelum melewati DAM Sumput normal dan tidak berbau.

    “Bentuknya masih sama tidak ada perbedaan, tidak ada bau menyengat. Pun demikian juga dengan warnanya juga masih sama dengan air sungai umumnya. Meski demikian, penelitian tetap dilakukan,” tambahhya.

    Cak Nur sapaan akrab Plt. Bupati Sidoarjo menegaskan bahwa, Respon cepat Pemkab bersama instansi terkait dari DLHK Sidoarjo dan bekerjasama dengan DLHK Prov. Jatim dan BBTKLPP Surabaya untuk mengambil sampelnya, agar segera diketahui penyebab air berbusa tersebut. Jika itu disebabkan karena limbah pabrik, yang membuang limbah harus diberi tindakan. “Tidak boleh membuang limbah sembarangan. Itu bahaya dan sudah pidana,” tegasnya. (isa/kun)





    Apa Reaksi Anda?

    Komentar