Politik Pemerintahan

Pemkab Sidoarjo Akan Santuni Petugas Pemilu 2019 yang Meninggal dan Sakit

Sidoarjo (beritajatim.com) – Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang sakit hingga gugur dalam bertugas di Pemilu 2019, akan mendapatkan perhatian dari Pemkab Sidoarjo.

Wakil Bupati Sidoarjo, H. Nur Achmad Saifuddin mengaku akan memberikan santunan kepada para petugas tersebut. Dirinya juga prihatin dengan kondisi penyelenggara dalam proses pemilihan hingga penghitungan surat suara yang menyita waktu.

“Kami turut prihatin banyak penyelenggara maupun petugas KPPS yang berjatuhan demi pelaksanaan pemilu,” katanya, Jumat (26/4/2019).

Dia menambahkan, untuk mengapresiasi itu, pihaknya akan memberikan santunan kepada petugas KPPS dan anggota yang gugur saat bertugas. Meski hingga saat ini pihaknya belum mendapat laporan resmi dari penyelenggara berapa petugas yang jatuh sakit.

“Kami masih belum tahu berapa jumlah pastinya. Yang jelas Pemkan Sidoarjo akan turut membantu,” janji Cak Nur.

Disamping itu, pihaknya mengapresiasi atas pelaksanaan pemilu serentak yang berlangsung lancar, aman dan damai. Meski pemilu serentak baru pertama kali dilakukan, tapi berjalan lancar.

“Saya sangat mengapresiasi penyelenggara baik KPU, Bawaslu, serta pihak pengamanan yang terlibat,” jelasnya.

Seperti diketahui, dalam pelaksanaan Pemilu 2019, salah satu anggota Lantas Polsek Krian, Aiptu Muhammad Supri (alm) dinyatakan meninggal saat bertugas PAM di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 21-25 Desa Bareng Krajan, Kecamatan Krian, pada Rabu (17/4/2019) lalu.

Ipda Supri tiba-tiba jatuh pingsan sebelum dilarikan ke RS Bhayangkara Pusdik Gasum Porong. Almarhum yang berasal dari Desa Kedungringin Utara RT 14/RW 04, Kecamatan Beji, Pasuruan meninggalkan seorang isteri dan dua orang anak. [isa/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar