Politik Pemerintahan

Pemkab Ponorogo Bentuk Tim Appraisal untuk Tingkatkan Nilai Sewa Aset

Kepala BPPKAD Ponorogo Bambang Tri Wahono. (Foto : Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Target penghasilan asli daerah (PAD) Ponorogo tiap tahun selalu meningkat. Untuk merealisasikan hal itu, Pemkab setempat berusaha untuk menggali potensi-potensi yang ada, sehingga bisa mendatangkan pundi-pundi uang. Salah satu sektor yang dimaksimalkan untuk mencapai target adalah tanah aset milik Pemkab.

”Tidak ada aset Pemkab yang mangkrak, secara keseluruhan disewakan untuk dikelola oleh pihak ketiga,” kata Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Ponorogo Bambang Tri Wahono, Selasa (26/11/2019).

Jumlah aset pemkab berupa tanah produktif ada sekitar 200 hektare. Tanah sebanyak itu disewakan dan diperbarui setiap tahunnya. Sengaja Pemkab perbaruan kerjasamanya setiap tahun, Bambang beralasan karena perkembangan nilai sewa biasanya mengalami peningkatan.

”Sebagian besar merupakan tanah sawah atau tanah basah, penyewanya pun tidak melulu perseorangan namun korporasi,” katanya.

Bambang mengambil contoh, tanah Pemkab yang ditanami tebu, itu berarti yang menyewa pasti pabrik gula. Dari aset Pemkab ini, uang yang masuk ke kas daerah ditarget sebesar Rp 2,3 miliar. Tahun ini malah melebihi target, yakni Rp 2,5 miliar.

”Hasil dari persewaan aset ini melebihi target, uang yang masuk Rp 2,5 miliar, sedangkan targetnya Rp 2,3 miliar,” katanya.

Tahun 2020 ini, Bambang akan kembali memaksimalkan pendapatan dari persewaan aset ini. Pihaknya rencananya akan membentuk timĀ appraisal untuk menilai taksiran harga suatu aset dengan profesional.

”Dengan kajian dari tim appraisal nanti, diharapkan nilai sewa aset akan lebih meningkat. Dimana muaranya akan menambah PAD kita,” pungkasnya.(end/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar